DPRD Jateng Layangkan Surat Protes, 14 Mahasiswa Ditangkap Polisi

SEMARANG (asatu.id) – Komisi A mendesak Pimpinan DPRD Jateng untuk melayangkan surat protes terkait penangkapan 14 mahasiswa di depan Istana Merdeka pada Jumat (20/10).

Pernyataan itu dilontarkan anggota Komisi A Ir Sriyanto Saputro saat menerima perwakilan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Semarang Raya, di Gedung Berlian, Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa (24/10).

Selain melayangkan surat protes ke kepolisian, menurut Sriyanto, pihaknya juga mengirimkan ke DPR agar memanggil Kapolri untuk menjelaskan penangkapan 14 mahasiswa tersebut.

“Kami tidak ingin era demokrasi sekarang ini tercederai tindakan represif dari aparat keamanan. Kalau mahasiswa ingin menyuarakan aspirasinya, jangan dihalang-halangi,” ujarnya.

Sebelum menemui Komisi A DPRD Jateng, puluhan mahasiswa dari perwakilan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta menggelar aksi keprihatinan di depan gedung wakil rakyat. Mereka berkumpul di Bundaran Air Mancur, selanjutnya berjalan kaki menuju ke Gedung Berlian.

Koordinasi Aksi, M Buyung Aji Saputro mengatakan, ada dua sikap yang akan disuarakan kepada DPRD. Mereka mengecam dan menolak dengan tegas tindakan represif aparat penegak hukum, serta mendesak dibebaskannya 14 mahasiswa yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selama 60 menit menggelar aksi, perwakilan mahasiswa diterima Sriyanto Saputro didampingi Kabag Humas DPRD Anantha Aji Wicaksono. Setelah itu mendapat tanggapan dari wakil rakyat, mereka membubarkan diri.

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *