TACB Teliti Temuan Benda Bersejarah di Jalan Gelatik

SEMARANG (asatu.id) – Penemuan benda bersejarah di proyek drainase Jalan Gelatik yang berada di kawasan Kota Lama membuat Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) turun untuk meneliti.

Pelaksana Proyek drainase Jalan Gelatik Sucipto mengatakan, pengerjaan  galian sedalam 90 cm, yang saat ini sudah berjalan tiga minggu, dilakukan berhati-hati. Hal tersebut karena sudah diambilnya sampel batu bata dalam galian oleh TACB.

Sebelumnya, Cipto tak mengetahui tentang asal dari batu tersebut. Bahkan dirinya juga tak pernah menduga terkait adanya benda bersejarah tersebut.

Ia menjelaskan, drainase sepanjang 85 meter itu digali dengan empat lapisan berbeda mulai dari pasir, aspal, cor beton, dan tatanan batu bata. Di mana saat ini tatanan batu bata itulah yang kini tengah diteliti TACB.

“Warga sekitar juga tidak tahu, ukurannya lebih besar dari batu bata umumnya, mungkin sudah ratusan tahun umurnya sejak jaman Belanda,” ujarnya, Jumat (13/10).

Pihaknya juga kini mengalami kesulitan dalam menggali, lantaran pada kedalaman 90 cm pas di atas tatanan batu bata sudah keluar air. Diketahui itu adalah air sumber, di mana posisi Jalan Gelatik sudah di bawah air laut.

“Air sumber, jadi kita kuras terus, tapi ya keluar air terus. Mungkin posisinya sudah di bawah air laut,” terangnya.

Terkait temuan bersejarah tersebut, Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengaku terus berkoordinasi dengan TACB untuk  proses penelitian ahli arkeologi.

“jika memang benar ada bukti sejarah dalam tatanan batu bata di Gelatik, bisa saja nanti dibuat layaknya sebuah tetenger (penanda). Seperti yang ada di gedung Oudetrap,” imbuh wakil wali kota yang akrab disapa Ita ini.

Saat ini, lanjutnya, sedang memulai rumusan menyikapi bagaimana kelanjutannya terkait penelitian lebih lanjut yang dimungkinkan penemuan tersebut tak hanya di Jalan Gelatik.

“Benda-benda bersejarah yang ada di Kota Lama itu nanti akan kita dibuatkan semacam museum mini di Oudetrap. Karena situs bersejarah itu patut dijaga dan pertahankan”, tukadnya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *