Hendi: Tak Ada Lagi ’Kopi Coro’ di Semarang

SEMARANG (asatu.id) – Wali Kota Semarsng Hendrar Prihadi mengatakan untuk membangun bangsa membutuhkan pemerintahan yang bersih dan good governance. Hal tersebut disampaikannya seusai pembukaan Workshop Pembangunan Budaya Integritas (Tunas dan Sistem Integrasi) Untuk Eksekutif dan Legislatif Pemerintah Kota Semarang, di Hotel Ciputra, Rabu (11/10).

Wali kota yang akrab disapa Hendi ini mengingatkan, eksekutif dan legislatif agar maksimal dalam melayani masyarakat. “Jadi saya ingatkan kepada teman-teman, untuk tidak mencoba hal yang macam-macam terkait kinerja saat melayani masyakat,” ujarnya.

Menurutnya, banyaknya insiden penangkapan, operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menjadi pelajaran bagi pemerintahan saat ini untuk bekerja melayani masyarakat dengan baik dan tidak melanggar hukum. “Karena sekarang ini yang menyorot tidak hanya lembaga swadaya masyarakat (LSM) saja, tapi juga ada KPK, penegak hukum, ada juga Tim Saber Pungli,” paparnya.

Pihaknya menegaskan, istilah “kopi coro” atau uang pelicin untuk kesepakatan negatif di kalangan eksekutif dan legislatif di pemerintahan Kota Semarang saat ini sudah tidak ada lagi di pemerintahannya. Di mana istilah tersebut pernah menggegerkan masyarakat Kota Semarang.

“Jadi saat ada istilah “kopi coro” itu adalah adanya kesepakatan negatif antara eksekutif dan legislatif, dalam hal ini oknum yang menyebabkan pembangunan berhenti sesaat. Dan saat ini itu sudah tidak ada,” imbuhnya.

Dia berharap, dengan acara workshop yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut mampu memberikan efek kepada para eksekutif dan legislatif Kota Semarang untuk lebih memupuk dan membangun integritas.

“Kita terimakasih karena dari pihak KPK turun ke Semarang untuk memantaince integritas kawan-kawan eksekutif dan legislatif ini. Dimana hari ini bisa berkumpul dalam diskusi terkait integritas, ini seperti di cas lagi. Jadi harapannya yang sudah baik ini terus di cas supaya tetsp baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Fungsional Deputi Pencegahan KPK Ryan Herviansah Utama menambahkan, dalam workshop nantinya akan membahas beberapa hal yang dianggap penting untuk membangun budaya integritas. Antara lain, bagaimana nilai-nilai integritas bisa diinternalisasi, bukan hanya sekedar sosialisasi dan pemahanan saja. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *