Ganjar: Waspadai Penyakit di Musim Hujan

SEMARANG (asatu.id) – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta masyarakat agar mewaspadai berbagai penyakit yang muncul selama musim penghujan, khususnya penyakit yang dibawa vektor perantara nyamuk, seperti DBD maupun kaki gajah.

Permintaan orang pertama di jajaran Pemerintahan Provinsi Jateng itu dilontarkan saat  menghadiri HUT ke-31 Pondok Pesantren Nurul Huda, Desa Plororejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Sabtu (7/10) malam.

Tibake sing nularke kaki gajah iku nyamuk. Mula menika kula pesen panjengan sami pun mulai udan, nek sampun udan mesti ngecembeng, gote akeh banyune. Nek banyune ngecembeng suwe-suwe dhateng mriku akeh endoge (nyamuk). Mulane niku mengke endoge niku mau di 3M,” kata Ganjar.

Di wilayah Jateng, kata Ganjar, delapan daerah sudah menjadi endemi penyakit kaki gajah. Untuk mencegah mewabahnya penyakit mematikan ini, masyarakat perlu menjalankan pola hidup bersih sehat (PHBS) dan melaksanakan gerakan 3M, menutup, menguras dan mengubur tempat yang berpotensi menimbulkan sarang nyamuk. Gerakan ini terbukti efektif untuk menekan perkembangbiakan nyamuk.

“Sragen tidak termasuk dalam daerah kategori endemi kaki gajah, tapi masyarakat tetap harus waspada terhadap gigitan nyamuk pembawa penyakit kaki gajah,” ujarnya.

Di sisi lain, gubernur mengingatkan bahaya bencana alam yang terjadi saat musim penghujan, seperti tanah longsor dan banjir juga sudah mulai mengancam. Di  Cilacap, misalnya, saat ini mengalami bencana banjir.

Untuk mencegah datangnya bencana tersebut, Ganjar meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampai di sungai.

“Saya lagi memantau kondisi saudara saudara kita yang ada di Cilacap. Mudah-mudahan tidak ada korban. Kita akan berikan bantuan-bantuan kepada mereka agar mereka juga lebih baik,” ujarnya.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *