LPMK Minta Sungai Banjir Kanal Timur Dinormalisasi

SEMARANG (asatu.id) – Kelurahan Tambakrejo, Kaligawe dan Sawah Besar masih menjadi langganan banjir, bila musim penghujan datang. Seperti tahun lalu, diperkirakan luapan air tersebut berasal dari Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dan Kali Tenggang.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Sawah Besar, Mulyadi berharap agar normalisasi Banjir Kanal Timur segera dilaksanakan. Ia menilai, sedimen sungai Banjir Kanal Timur yang besar menjadi faktor meluapnya air.

“Kalau ditanya dampak banjir pastinya masih sangat terasa. Makanya kami berharap BKT secepatnya dinormalisasi,” ujarnya, Kamis (5/10).

Dia menjelaskan, beberapa hari hujan deras, hanya dalam waktu singkat air sudah menggenang. Genangan air di permukiman, lanjutmya, ketinggiannya kurang lebih setinggi 30 – 50 cm.

Sementara Camat Genuk Sumardjo mengatakan saat ini, banjir di wilayah tersebut telah ditangani oleh tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang dengan cara dibuatkan dam di sekitar Sultan Agung.

“Ini sifatnya sementara. Teknisnya ditutup dan dipompa, sehingga air dari Kali Tenggang tidak mengalir ke sepanjang Kaligawe. Sementara di sejumlah wilayah permukiman sudah surut. Ada beberapa titik, di antaranya di Trimulyo hanya sebagian warga yang banjir, terutama di dataran rendah masih tergenang,” imbuhnya. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *