Program CSR, Kampung Batik Digelontor Rp 135 Juta

SEMARANG (asatu.id) – Wakil Wali Kota Semarang dan PT PLN  menyalurkan Program CSR Bina Lingkungan guna menggembangan Kampung Batik Semarang. Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan memperingati Hari Batik Nasional jatuh setiap 2 Oktober.

Manager PT PLN APD Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Moses Allo mengatakan PLN sangat peduli dengan kelestarian batik di Indonesia. Di mana batik sudah menjadi ciri khas bangsa ini, dan sebagai warisan budaya leluhur, termasuk Batik Semarangan. 

Moses Allo mengatakan ada beberapa tahapan dalam pembinaan pengembangan batik. Tahapan tersebut di antaranya, berupa pemberian alat pelatihan batik, alat peraga edukasi (APE) untuk pendidikan anak usia dini (PAUD), sertifikasi personel pengrajin batik, sarana prasarana pelatihan, dan pengembangan wisata. 

“Nilai bantuan yang diberikan sekitar Rp 135 juta. Ini memang baru tahapan pertama, untuk selanjutnya ada tahap kedua dan ketiga. Kami juga akan merapatkan dengan Pemkot Semarang, mengenai apa yang masih dibutuhkan. Sertifikasi sudah,” ujarnya (2/10).

Eko Haryanto, selaku Ketua Paguyuban Kampung Wisata Budaya yang menjadi wadah pengrajin batik di Kampung Batik Semarang, menyebutkan di Kampung Batik setidaknya ada 16 pengrajin di sentra industri batik Semarangan tersebut.

“Pengrajin batik di Kampung Batik Semarang, yang sudah disertifikasi dan difasilitasi PLN ada 10 orang, di antaranya lima pengrajin batik tulis dan lima pengrajin batik cap. Semuanya pengrajin batik di sini minta disertifikasi,” pungkasnya. (dhino)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *