Suharto Masri: Tertibkan Reklame Liar!

SEMARANG (Asatu.id) Terkait keberadaan reklame-reklame liar alias tak berizin, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang mendorong Pemerintah Kota Semarang segera melakukan penertiban terhadap reklame liar tersebut. 

Penertiban tersebut dilakukan karena, keberadaan reklame-reklame liar itu mempengaruhi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Semarang.

Anggota DPRD Kota Semarang, Suharto Masri, yang juga Anggota Pansus Pajak Reklame DPRD Kota ini mengatakan, keberadaan reklame liar tersebut, jelas akan mempengaruhi pemasukan PAD. Padahal saat ini Pemerintah Kota Semarang sedang menggalakkan bagaimana PAD bisa meningkat terus setiap tahun. 

“Saat kami melakukan tinjauan lapangan di beberapa titik reklame, beberapa hari lalu, beberapa reklame berukuran besar tidak memiliki izin. Pemilik reklame yang ditemui mengaku pemasangan reklamenya dikerjasamakan dengan pihak ketiga,” ujarnya, Minggu (24/9).

Pihaknya mendorong, dalam hal ini Satpol PP untuk menindak tegas reklame tersebut. Menurutnya, meningkatkan PAD harus dibarengi dengan semangat penindakan pelanggaran. 

“Kalau tidak maka dipastikan akan sulit capai target-target yang telah ditetapkan. Apalagi untuk tahun ini target pendapatan pajak reklame Pemerintah Kota Semarang mencapai Rp 31 miliar. Dan ditambah pemerintah cuman mengambil pajak dari reklame yang hanya memiliki izin saja,” tukasnya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *