CCAI Resmikan Rumah Bantuan Program RTLH

UNGARAN (asatu.id) ― Selaras dengan Program Pemerintah Kabupaten Semarang, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) kembali menunjukkan bentuk kontribusi kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, dan mendapat apresiasi positif dari pemerintah dan masyarakat setempat, dengan meresmikan rumah dalam program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen.

Peresmian rumah bantuan tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintahan Kabupaten Semarang seperti Bupati yang diwakili oleh Staf Ahli, Kepala Dinas Sosial, Camat Bawen dan anggota Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kabupaten Semarang.

Acara peresmian diawali dengan laporan pelaksanaan dan sambutan dari Staf Ahli Bupati Kabupaten Semarang, yang dilanjutkan dengan kegiatan pengecatan rumah pada dinding tiang rumah yang telah dibangun.

Rumah juga dihiasi dengan berbagai macam dekorasi yang menerapkan ide dari Coca-Cola Forest, seperti: pemanfaatan ban bekas menjadi pot tanaman dan botol bekas yang digantung sebagai media vertikultur.

“Kami sangat mengapresiasi perusahaan seperti CCAI yang mendukung program pemerintah Kabupaten Semarang, salah satunya melalui program RTLH. Semoga langkah positif ini dapat di contoh oleh anggota forum TJSLP yang lain dimana ada total 1.092 perusahaan yang berbisnis di Kabupaten Semarang,” tutur Heru Purwantoro,S.Sos.,M.M. Staf Ahli Bupati Kabupaten Semarang.

Proses pembangunan rumah telah dimulai sejak tanggal 13 Agustus 2017. “Kami sebagai perusahaan di Kabupaten Semarang memberikan bantuan senilai untuk digunakan oleh masyarakat dalam memperbaiki rumah yang sudah tidak layak huni. Kami kagum terhadap dedikasi dan kepedulian masyarakat sekitar untuk menyelesaikan pembangunan rumah dengan baik dalam waktu yang singkat. Semoga program bantuan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi industri lain yang berada di Kabupaten Semarang,” ujar Kristy Nelwan Head of Corporate Communication CCAI.

Melalui program rumah bantuan, CCAI berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang kurang mampu dan memperkuat tali silaturahmi dengan komunitas yang berada di sekitar wilayah operasional, baik area manufaktur maupun sales office CCAI.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh CCAI, selain masyarakat mendapatkan rumah yang layakhuni, semangat gotong royong antar warga juga semakin meningkat,” ujarKabul Widodo,Kepala Desa Lemahireng.

Diatur oleh empat pilar keberlanjutan terintegrasi, yaitu: People, Wellbeing, Environment dan Community, CCAI telah menjalankan berbagai inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai berikut: program Water Steward ship untuk mengembalikan jumlah air yang terpakai dalam proses produksi kembali ke alam dan masyarakat, Coke Kicks, City Clean-ups (termasuk kegiatan Bali Beach Clean Up yang sering mendapatkan penghargaan), dan Coca-Cola Forest.

Program Coca-Cola Forest menggabungkan kegiatan penanaman pohon dengan pelayanan pendidikan, dan program pemberdayaan masyarakat.

Inisiatif tersebut pertama kali berjalan di Lampung pada tahun 2014, disusul dengan wilayah Jawa Barat pada tahun 2015, dan Jawa Tengah pada tahun 2017. Melalui program Coca-Cola Forest, CCAI telah menanam lebih dari 6.200 pohon dan menyumbangkan lebih dari 300.000 pohon pada masyarakat.(Dhino)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *