Wimboh : Saya Ingin OJK Daerah Berperan Lebih Aktif

Wimboh : Saya Ingin OJK Daerah Berperan Lebih Aktif

caption : Wimboh Santoao saat memberikan sambutan dalam Sertijab Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIY, Kepala OJK Purwokerto serta Kepala OJK Tegal, di Jalan Kyai Saleh No 12-14 Mugasari Semarang, Senin (18/9).

SEMARANG (asatu.id) – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta para pimpinan OJK daerah regional bertindak cepat serta tanggap dalam melakukan diseminasi dan sosialisasi produk-produk pasar modal kepada stakeholder daerah.

Termasuk, lanjutnya, mensosialisasikan relaksasi ketentuan yang didesain untuk meningkatkan partisipasi investor.

“Saya menekankan pentingnya hal ini karena saya ingin kantor OJK di daerah berperan lebih aktif mendukung program Pemerintah,” terang Wimboh saat sambutan di Sertijab Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIY, Kepala OJK Purwokerto serta Kepala OJK Tegal, di Jalan Kyai Saleh No 12-14 Mugasari Semarang, Senin (18/9).

Dikatakan Wimboh, keberadaan kantor regional dan kantor OJK di daerah sangat penting. Mengingat kantor regional dan kantor OJK di daerah merupakan ujung tombak untuk mengeksekusi program dan kebijakan strategis lembaga pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan tersebut.

Oleh karenanya, terus Wimboh, bila seluruh kantor regional dan kantor OJK di daerah berfungsi dengan baik dapat dipastikan keseluruhan nama OJK akan turut baik. Dan begitu juga bila terjadi sebaliknya,

Maka itu, sambung Wimboh, seluruh program dan kebijakan strategis yang telah dicanangkan perlu diintensifkan pelaksanaannya. Sehingga mampu memberikan bukti nyata serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Demikian juga perlu optimalisasi program laku pandai, program Jaring, dan program inklusi lainnya serta adanya harmonisasi antara program Tim Percepatan Akses Keungan Daerah (TPAKD) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), imbuhnya.

Ia berharapan, program-program tersebut akan dapat mengatasi kemiskinan dan kesenjangan kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Jawa Tengah pada khususnya sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Saya meyakini, hal-hal tersebut dapat dicapai jika adanya sinergi yang baik dan kerja bersama antara OJK dengan seluruh pemangku kepentingan. Tanpa itu semua, kita tidak akan dapat melangkah jauh,” pungkasnya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *