E-Tilang Diharapkan Ada Sosialisasi Maksimal

SEMARANG (asatu.id) – Perlunya sosialisasi maksimal dalam penerapan rencana sistem tilang elektronik (e-Tilang) menggunakan pengawasan dengan teknologi closed-circuit television (CCTV) harus dilakukan. Hal tersebut untuk memberikan pemahaman terkait e-tilang.

“Perlu dilakukan agar masyarakat bisa mengerti dan memahami sehingga tidak kaget ketika tiba-tiba mendapat surat tilang di rumah atau denda sekian ratus ribu saat membayar pajak,” ujar Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang Meidiana Kuswara

Meidiana menambahkan, dengan adanya e-tilang dengan pengawasan CCTV, bagi pelanggar berlalu lintas tidak akan bisa berkelit. Itu dikarenakan adanya bukti CCTV yang menangkap kejadian dimana pelanggar melakukan pelanggaran lalu lintas. Untuk itu, pihaknya mengimbau, agar masyarakat tidak melakukan pelanggaran berlalu lintas.

Selain itu, ia menambahkan, akan membuat posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan atau keberatan dengan system tilang terbaru itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Muhammad Khadik menerangkan, bahwa penerapan e-tilang akan dilakukan 25 September 2017. Untuk tahap sosialisasi, pihaknya menerangkan sudah menjalin kerjasama dengan Kepolisian, Kejaksaan Negeri Semarang, Pengadilan, dan Satpol PP.

“Jadi sosialisasi mulai 15 sampai 24 September, kami harap masyarakat tidak perlu merasa risau, karena ini bukanlah hal yang mengejutkan. Pada dasarnya ini hanya pemanfaatan teknologi CCTV yang bisa kita manfaatkan untuk melakukan penindakan e-tilang,” tukasnya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *