Pasar Krempyeng Diminta Ditertibkan

SEMARANG (asatu.id) – Keberadaan Pasar Krempyeng di kawasan Sendangmulyo dinilai merugikan keberadaan pasar tradisional yang resmi. Untuk itu, sejumlah pedagang Pasar Meteseh meminta Pasar Krempyeng atau ‘pasar tumpah’ ditertibkan.

Ketua Paguyuban Pedagang Jasa dan Pasar (PPJP) Pasar Meteseh, Yeni Nurvita mengatakan, keberadaan Pasar Krempyeng ini kan membuat warga memilih ke Pasar Krempyeng, dimana hal tersebut membuat kondisi pasar tradisional sepi.

Ia menambahkan, sepinya pasar saat ini ditambah dengan belum mengetahuinya masyarakat terkait sudah kembali hidupnya pasar. Menurutnya, kondisi pasar Meteseh saat ini sudah lengkap dan tidak kalah dengan pasar lainnya, mulai dari sayur-mayur, pakaian, aksesoris, daging, gerabah, grosir, eceran, optik, jam tangan dan lain-lain.

“Selain itu kondisi kios yang ada belum ditempati pemiliknya. Kami meminta siapa saja yang merasa memiliki kios harap segera menempati kios supaya ikut meramaikan pasar,” ujarnya, Kamis (14/9).

Lebih lanjut, Yeni menjelaskan, saat ini ada kurang lebih 200 pedagang aktif dari total kurang lebih ada 500 kios dan los.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan siap melakukan penertiban Pasar Krempyeng di kawasan Sendang Mulyo.

Kemudian terkait keberadaan kios dan los yang belum ditempati, pihaknya mengaku sudah melakukan penyegelan. Menurutnya ada pula pedagang yang membeli kios dari pihak ketiga. Dan terkait itu pihaknya akan melakukan diskusi dengan pedagang.

“Ada sekitar 10 orang yang sudah komunikasi dengan kami. Bagi pedagang yang merasa pernah membeli kepada pihak ketiga agar segera melakukan komplain kepada dinas perdagangan dengan membawa bukti transaksi jual belinya,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *