Hendi Kobarkan Semangat 6500 Mahasiswa Unnes Untuk Terus Jaga Keutuhan NKRI

SEMARANG (asatu.id) – Persoalan ideologi, persoalan perbedaan, dan persoalan-persoalan lain yang seharusnya sudah hilang puluhan tahun lalu, tepatnya saat Bung Karno dan Bung Hatta meenyatakan kemerdekaan bangsa ini.

Diharapkan, mahasiswa harus berani menolak dan menghalangi pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang berusaha menggoda kesatuan Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat sambutannya didepan 6500 Mahasiswa UNNES Semarang yang akan mengikuti pendidikan bela negara di Ridam IV Diponegoro Magelang, selama 10 tahapan mulai tanggal 8 September-12 November 2017.

Pihaknya menerangkan, bahwa perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia seperti agama, suku, budaya, etnis merupakan kekuatan bangsa Indonesia yang harus dijaga bersama-sama.

“Kalau kemudian ada orang-orang, kelompok tertentu yang mencoba membentur-benturkan kepentingan, perbedaan-perbedaan bangsa kita ini, maka saya titip kepada adik-adik, untuk menyampaikan kepada mereka yang mencoba menghancurkan bangsa kita ini agar mereka tidak berani lagi mencoba menghancurkan bangsa indonesia kita,” ujar wali kota akrab disapa Hendi.

Selain itu, Hendi berpesan, kepada seluruh Mahasiswa, agar selalu bijak terhadap berita-berita di Medsos.

Menurutnya, berita-berita hoax di Medsos jangan cepat dishare namun dikaji, dilihat terlebih dahulu bermanfaat apa tidak buat masyarakat.

“Kalau tidak bermanfaat sebaiknya jangan dishare. Hal-hal yang bisa mengakibatkan pertikaian, adik-adik harus bisa sebagai juru penengah. Dan hal-hal yang membuat situasi rapuh adik-adik harus bisa melakukan pembelaan terhadap persatuan dan kesatuan. Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sifatnya tidak bisa ditawar lagi”, imbuhnya

Sementara Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa bela Negara merupakan program prioritas dari Pemerintah.

“Setiap mahasiswa tidak hanya KKN saja, namun harus mampu menjabarkan nilai-nilai Pancasila, mampu mempertahankan NKRI, dan memahami bahwa NKRI itu adalah Negara yang majemuk’’, lanjutnya.

Tjahyo Kumolo tidak lupa memberikan apresiasi kepada UNNES atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan bela Negara ini dan mengharapkan kegiatan tersebut bisa diikuti perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *