Perlunya Evaluasi Keamanan dan Kenyamanan BRT

SEMARANG (asatu.id) – Kejadian kecelakaan beruntun beberapa waktu lalu di Jalan Brigjen Katamso Semarang, Jumat (1/9/2017) yang disebabkan Bus Rapid Transit (BRT) Semarang menjadi sorotan masyarakat terkait kenyamanan dan keamanan moda transportasi umum tersebut.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, perlunya langkah evaluasi terkait hal tersebut. Pihaknya mengaku sudah meminta kepala Dishub Kota Semarang untuk terus memantau dan mengadakan pertemuan rutin dengan operator.

“Di awal tahun ini, persoalan kenyamanan dan keamanan memang harus dievaluasi dan monitoring dari pengelola Trans Semarang,” imbuh wali kota yang akrab disapa Hendi ini, Rabu (6/9).

Hendi melanjutkan, salah satu evaluasi dan monitoring yang dilakukan adalah sopir Trans Semarang yang dianggap terlalu grusa-grusu saat mengemudikan bus dan dinilai mengesampingkan keselamatan penumpang dan pengendara lain.

“Mereka kan tidak mengejar setoran. Kami meminta agar dilakukan sosialiasi kepada awak dan crew bus agar bisa membawa penumpang dengan baik dan ramah sehingga menjadikan BRT bisa menjadikan transportasi yang nyaman bagi warga,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *