Pemkot Fokus Maksimalkan Polder Banger

SEMARANG (asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyelanggarakan kegiatan yang bertajuk Sosialisasi Pengelolaan Sistem Polder Banger dan Kerjasama Penataan Sistem Manajeman Air dan Kawasan Kota Lama, beberapa waktu lalu.

Membacakan sambutan Wali Kota Semarang yang berhalangan hadir, Bambang Haryono mengatakan bahwa Pemerintah Kota Semarang menerapkan sistem polder perkotaan, yang merupakan hasil kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pihak Kerajaan Belanda.

Pemkot Semarang memilih Polder Banger sebagai obyek kerja sama untuk peningkatan pengelolaan dengan mempertimbangkan saluran drainase utama yang melintasi kawasan sungai Banger.

Fokus yang tidak kalah penting adalah mendorong Kota Lama sebagai The World Heritage 2020 oleh UNESCO.

“Satu hal yang perlu diperhatikan ialah terkait dengan manajemen drainase di kawasan tersebut untuk mengurangi kesan kumuh dan tidak terawat,” ujarnya.

Acara seminar dibuka oleh Kepala Bappeda Kota Semarang Bambang Haryono, sementara hadir sebagai pembicara dan narasumber dari Belanda Mr. Johan Helmer dan Mr. Roy Kraft van Ermel dari Hoogheemradschap van Schieland En De Krimpenerwaard (HHSK). Selain itu ada Ir. Suseno Darsono, Msc,Phd yang merupakan Ketua Pusat Studi Bencana LPPM Universitas Diponegoro Semarang, Kumbino ST,MM dari Dinas PU Kota Semarang, Titien Soendowo dari Horison Hotel.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *