Tanda Tanggan Wali Kota Semarang Di Palsukan

Ilustrasi

SEMARANG (asatu.id) – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menegaskan, tak ada staf atau pegawai dari Dinas Perdagangan yang terlibat dalam operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungli Dit Reskrimus Polda Jateng.

Dimana tim, menangkap pria yang berinisial SS yang diduga melakukan pungli kepada Pedagang Pasar Kanjengan.

“Jika ada yang berani pungli, pasti akan saya usulkan untuk di pecat. Dan itu tidak ada toleransi lagi,” tegasnya saat ditemui asatu.id, di Balaikota, Kamis (17/8).

Terkait adanya surat yang mengatasnamakan Wali Kota Semarang, Fajar mengungkapkan bahwa surat tersebut adalah palsu.

“Kami meyakini pak Wali tidak akan membuat surat itu. Setelah kami cek ada putusan yang dipalsukan. Tanda tangan pak wali dipalsukan, isi materi juga dipalsukan,” imbuhnya

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, terdapat hal itu mencurigakan dan terindikasi dipalsukan dalam surat.

Itu karena, selam ini pihaknya tidak pernah menggunakan istilah “Dati II Kota Madya Semarang”.

“Seingat saya mulai menjabat sejak 2010, yang namanya Semarang adalah Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, bukan Dati II Kota Madya Semarang. Jadi bisa saya pastikan, dokumen yang dibawa dia itu keliru. Dia memalsu tanda tangan saya,” tegasnya.

Lebih lanjut Hendi pihaknya menambahkan akan menindaklanjuti dugaan pemalsuan dokumen tersebut.

“Kalau memang ini tidak bisa diluruskan, nanti saya ngomong di bagian hukum untuk melakukan penuntutan atas hal tersebut,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *