Hati-hati, Surat Kuasa M1 UN Swissindo Bodong, Begini Penjelasanya

Hati-hati, Surat Kuasa M1 UN Swissindo Bodong, Begini PenjelasanyaSEMARANG (Asatu.id) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah DIY menghimbau kepada masyarakat yang memiliki kredit di lembaga perbankan untuk tidak percaya perihal surat kuasa M1 yang dikeluarkan UN Swissindo.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Moch Ihsanuddin mengatakan, isi dari surat kuasa tersebut ialah mengajak kreditur untuk tidak membayar hutang.

“Isi dalam surat kuasa M1 UN Swissindo adalah, sertifikat (surat kuasa M1) dapat dicairkan menjadi uang tunai senilai Rp 15,6 juta pada tanggal 18 Agustus 2017 di Bank Mandiri. Informasi ini tidak benar,” terangnya di Jalan Kyai Saleh No. 12-14 Semarang, Rabu (16/8).

Hati-hati, Surat Kuasa M1 UN Swissindo Bodong, Begini Penjelasanya

Ichsan menambahkan kegiatan UN Swissindo tersebut ilegal dan tidak memiliki izin dari otoritas keuangan.

Selain itu, tidak sesuai dengan mekanisme pelunasan kredit yang berlaku di lembaga jasa keuangan.

“Untuk itu, debitur diminta tetap menyelesaikan kewajibannya sesuai perjanjian yang telah disepakati,” pungkasnya.

Sementara CEO Bank Mandiri Regional Jateng-DIY, Maqin Norhadi menegaskan, bahwa Bank Mandiri tidak memiliki kerjasama dengan UN Swissindo.

“Kami tidak ada kerjasama, mereka juga tidak memiliki rekening di Bank Mandiri. Kami sudah melakukan sosialisasi dengan menyebar banner ke kantor cabang serta membekali informasi kepada karyawan dan nasabah agar tidak tertipu,” beber Maqin Norhadi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *