Tanjung Kendal Alternatif Pelabuhan di Jawa Tengah

CAPTION – Kepala Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dari KSOP Semarang, Djemmy Rudolf Sumakud.

KENDAL (asatu.id) — Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Semarang menganggap Tanjung Kendal dapat menjadi alternatif bagi pengangkutan penumpang dari Jawa Tengah dan Jawa Barat, selain yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Kepala Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dari KSOP Semarang, Djemmy Rudolf Sumakud mengatakan Tanjung Kendal berpotensi besar dibandingkan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Jika dimaksimalkan, potensi tersebut akan memberikan dampak sigifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kendal.

“Pertama secara geografis Kendal berada di tengah-tengah, sehingga mudah dijangkau dari berbagai wilayah di Jateng. Penumpang di Jawa Tengah maupun Jawa Barat, nantinya tidak perlu lagi berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak,” paparnya.

Kedua, kondisi Tanjung Kendal yang masih sangat luas, diprediksi kedepan bisa menjadi penyangga Pelabuhan di Jawa Tengah. Sebab Pelabuhan utama Tanjung Emas, Semarang, luas sangat terbatas dan sering terjadi rob saat air laut pasang. “Kalau ditata, Tanjung Kendal hasilnya bisa maksimal,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *