Dishub Semarang Alihkan BRT Koridor II dan VI

SEMARANG (asatu.id) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang merubah rute Bus Rapit Trans (BRT) Kota Semarang koridor II (Sisemut-Terboyo) dan koridor VI (Unnes-Undip).

Hal tersebut menyusul kemacetan di Underpass Jatingaleh yang mengakibatkan keterlambatan interval BRT yang sampai 35 menit.

“Idealnya ketika dilepas dari pool, jarak antar bus adalah 10 menit, kecuali pagi hari saat masuk sekolah dan kantor bus diatur 5 menit sekali,” ujar Ka Sub Bag TU UPTD BRT, Ade Bhakti, Senin (7/8).

Mulai awal Agustus ini Dinas Perhubungan Kota Semarang memberlakukan pengalihan rute untuk armada koridor II yang arah ke Sisemut dan armada koridor VI yang mengarah ke Undip akan dialihkan jalurnya melalui Jalan Semeru, Stadion Jatidiri, ke kiri Jalan Karangrejo sampai dengan jembatan tol Jatingaleh belok ke kanan.

Menurut Ade, hal itu dilakukan untuk menghindari kemacetan di tanjakan Jatingaleh dari perempatan Kaliwiru sampai dengan Jalan Ksatrian.

“Pengalihan rute ini hanya sementara saja, cuman sampai dengan Underpass Jatingaleh selesai,” imbuhnya.

Dengan diberlakukan pengalihan rute BRT tersebut, penumpang di shelter Don Bosco yang akan menggunakan armada BRT bergeser ke shelter Jalan Semeru.

Sedangkan penumpang shelter Jalan Kesatrian disarankan geser ke shelter Jatingaleh depan Kelurahan Jatingaleh.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *