Duh, Jawa Tengah Mulai Terapkan Siaga Kekeringan

SEMARANG (asatu.id) – Siaga kekeringan mulai diterapkan oleh Provinsi Jawa Tengah, hal ini sebagai bentuk antisipasi untuk penanggulangan kekeringan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sarwa Prawana mengatakan, saat ini sudah ada tiga kabupaten yang kepala daerahnya mengeluarkan surat keputusan terkait siaga kekeringan.

“Syarat ditetapkannya siaga itu minimal ada dua daerah yang mengajukan. Ini kan sudah ada 3 yaitu Temanggung, Boyolali, dan Kebumen. Saat ini suratnya sudah di Gubernur, minggu depan akan ditetapkan,” terangnya, Jumat (4/8).

Berdasarkan dari pemetaan Daerah Rawan Bencana (DRB), lanjut Sarwa, terdapat 30 kabupaten dan kota yang rawan kekeringan yang tersebar di 275 kecamatan dan 1254 desa dengan 1.412.161 jiwa yang terdampak. hal tersebut

Dari jumlah tersebut, imbuh Sarwa, terdapat 10 daerah yang sudah mendapat dropping air bersih sebanyak 158 tangki untuk 22 kecamatan dengan 46 desa, dan terbanyak di Banyumas sebanyak 41 kali dropping.

Dikatakan Sarwa, efek dari kekeringan biasanya meliputi kebakaran hutan dan berkurangnya persediaan air untuk pertanian.

“Kebakaran itu kebanyakan karena human error seperti pendaki membuat api unggun, puntung rokok, dan memberiskan lahan dengan cara membakar alang-alang. Kebakaran dalam skala besar, bisa menganggu penerbangan dan menyebabkan sesak nafas,” pungkas Sarwa.

Sarwa menambahkan, anggaran penanganan kekeringan di BPBD Jateng ditambah support dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencapai Rp 8 miliar.

 

43

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan