Pemkot Semarang Buktikan Komitmen Kembangkan UMKM

SEMARANG (asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang berkomitmen terhadap perkembangan dunia usaha industri kecil. Hal tersebut terlihat dari beberapa langkah program Pemkot Semarang. Terbukti, mulai di tahun 2016, pelaku UMKM mampu membukukan omzet sebesar 726 Milyar.‎

Dimana di tahun sebelumnya, yakni di tahun 2012 seluruh pelaku usaha kecil menengah di Kota Semarang hanya mampu membukukan keuntungan sebesar 314 Milyar, dan pada tahun 2015 pun hanya meningkat sedikit menjadi 379 Milyar.

Adapun langkah yang dilakukan Pemkot Semarang ialah dengan memberikan kemudahan kepengurusan ijin usaha mikro yang dapat diakses melalui online oleh pelaku UMKM yang sering dikenal Ijusmelon.

Kedua dengan inovasi lain yang diberikan Pemkot Semarang adalah fasilitas Kredit Wibawa (Wirausaha Bangkit Jadi Jawara). Melalui Kredit Wibawa, Walikota Hendi memberikan bantuan permodalan bagi pelaku industri kecil dengan bunga terkecil se-Indonesia, hanya 3% per tahun, dan bahkan juga disediakan skema pinjaman tanpa angsuran.

Yang teranyar, kolaborasi Pemkot Semarang dengan pihak swasta, melaunching Semarang Creative Gallery sebagai tempat promosi UMKM berkualitas asli Semarang yang bertempat di kawasan Kota Lama.

“Baik fasilitas Kredit Wibawa maupun gedung Semarang Kreatif Galery yang baru diresmikan tadi malam, merupakan bukti dari komitmen kami di Pemerintah Kota Semarang terhadap pengembangan pelaku usaha industri kecil”, ujar wali kota Hendi, Rabu (2/8).

Dan atas hasil luar biasa tersebut, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu dianugerahi penghargaan Upakarti oleh Kementrian Perindustrian Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *