Dewan Dorong Kawasan Kota Lama Bebas Kendaraan Bermotor

SEMARANG (asatu.id) – Terkait rencana pembebasan kawasan Kota Lama dari kendaraan bermotor, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi meminta Pemerintah Kota Semarang secepatnya merumuskan konsep yang tepat agar kawasan Kota Lama bisa bebas dari kendaraan bermotor, terutama roda empat dan lebih.

Menurutnya, keberadaan kendaraan bermotor bermuatan besar seperti truk yang melintas di area Kota Lama bisa membuat jalanan menjadi rusak karena beban tonase yang besar. “Sebetulnya, sudah harus dimulai, minimal di Kota Lama hanya boleh kendaraan roda dua. Truk-truk dan kendaraan roda empat sudah tidak bisa lewat karena bisa merusak jalan yang dilintasi,” ujarnya, Kamis (3/8).

Tentunya, Pemkot harus segera mungkin menyiapkan jalur alternatif jika nanti kawasan Kota Lama tertutup untuk kendaraan bermotor. “Kalau kawasan Kota Lama sudah bebas dari kendaraan bermotor nanti pasti lebih bagus. Jadi, wisatawan dan masyarakat bisa menikmati keindahan Kota Lama tanpa terganggu kendaraan bermotor,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang masih mengkaji penerapan zona bebas kendaraan bermotor di kawasan Kota Lama yang penuh dengan bangunan peninggalan Belanda yang menjadi cagar budaya.

Dikatakan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, sampai saat ini Pemkot masih belum menemukan konsep moda transportasi yang tepat untuk melayani masyarakat di kawasan Kota Lama jika nanti jadi bebas kendaraan bermotor.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *