Program Perbaikan RTLH Pemkot Semarang Direspon Positif

SEMARANG (Asatu.id) – Program perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Kota Semarang mendapat respon positif bagi masyarakat yang mendapat bantuan perbaikan tersebut. Dengan program perbaikan RTLH tersebut, Pemkot berkomitmen menjadikan rumah tak layak huni menjadi rumah sehat.

Ika, salah satu warga Kelurahan Tambangan Kecamatan Mijen yang rumahnya diperbaiki menyambut positif program bantuan tersebut. Pihaknya mengaku selama memiliki rumah belum pernah sama sekali melakukan renovasi perbaikan rumah.

“Kami sangat senang. Karena sampai sekarang belum pernah melakukan renovasi. Ya kalau hujan bocor semua,” ujarnya, Selasa (1/8).

Sementara itu, Kustaji, warga lain yang mendapatkan bantuan perbaikan rumah menerangkan, program dari Pemkot itu menjadikan rumahnya memiliki Jamban. Dimana selama ini pihaknya mengaku belum memiliki jamban.

“Sebelumnya kami belum punya jamban karena tidak memiliki biaya,” ujar pria yang bekerja sebagai petani tersebut.

Adapun program pemerintah perbaikan RTLH akan dilakukan di setiap kelurahan. Rencananya, 100 rumah di setiap kelurahan akan dilakukan renovasi. Ditargetkan di tahun 2021 sebanyak 11.000 rumah tak layak huni di Kota Semarang akan dilakukan perbaikan.

“RTLH yang dikelola Pemkot tahun ini sebanyak 1162 unit yang setiap unitnya bernilai Rp 15 juta. Rinciannya, 512 unit dari APBD, 400 unit dari Satker, dan 250 unit dari Bansos Provinsi,” ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, di saat Launching perbaikan RTLH di Kelurahan Tambangan, Kec. Mijen, Selasa (1/8).

79

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan