Ferry Firmawan Menjadi Ketua Hipmi Jateng Periode 2017-2020

CAPTION – Ketua Hipmi Jateng Periode 2017-2020, Ferry Firmawan

SEMARANG (asatu.id) – Ferry Firmawan dinyatakan sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jateng periode 2017-2020. Keterpilihannya telah sah sesuai Musda XIV Hipmi yang dilaksanakan di Hotel Dafam Semarang, Sabtu kemarin.

Sebelumnya, empat calon mengajukan diri menjadi Ketum Hipmi Jateng periode 2017-2020, yaitu Ferry Firmawan, Denny Setiawan, Triyanto Dwi Hartanto dan Adyuta Puri Prana.

Dari empat kandidat, hanya Ferry yang dinyatakan memenuhi persyaratan umum dan khusus. Sesuai tata tertib, jika hanya satu calon yang lolos maka yang bersangkutan langsung dinyatakan sebagai ketua terpilih.

Ketua Hipmi Jateng 2014-2017, Reza Tarmizi, mengucapkan selamat atas keterpilihan Ferry. Musda ini tempatnya pensolidan organisasi, untuk itu diharapkan Ketum yang baru bisa menampung aspirasi-aspirasi dari teman-teman yang ada di Kabupaten/Kota.

Ketum baru turut diharapakan bisa menampung dan menyampaikan ide-ide dari para pengusaha muda di daerah kepada mitra-mitra pemberi keputusan seperti Pemda.

“Sehingga semua pengusaha-pengusaha muda yang mempunyai aspirasi di bawah bisa tersampaikan karena yang tahu riil permasalahan di lapangan adalah mereka,” ujarnya.

Reza menambahkan, program kerja yang dirasa baik diminta untuk dapat dilanjutkan, sedangkan yang kurang pas untuk diperbaiki. Dasar dari wirausaha muda ini yaitu bisa menyebarkan virus-virus kewirausahaan di kalangan anak-anak muda dan menyampaikan aspirasi-aspirasi di daerah dari teman-teman UMKM.

“PR ke depan mampu meningkatnya wirausaha-wirausaha muda sehingga berefek dengan kurangnya pengangguran, tingkat kemakmuran yang tinggi, inilah yang perlu ditingkatkan. “Jangan sampai virus-virus kewirausahaan yang ada di kalangan anak muda harus stop begitu saja,” paparnya.

Diharapkan, Hipmi Perguruan Tinggi menjadi garda terdepan untuk teman-teman pengusaha muda untuk menyebarkan sifat-sifat kewirausahaan. Selain itu, produk-produk dari teman-teman di daerah dibantu untuk memasarkan, membantu permodalan yang cukup untuk menjaga dan produksi, serta bisa melakukan perputaran lokal.

“Sehingga tidak hanya perputaran eksport saja tetapi produk lokal harus diberdayakan agar dapat diserap oleh daerah lain,” ucpnya. (yoga arif)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *