BIF Jadi Magnet Pariwisata Internasional

MAGELANG (asatu.id) – Pemprov Jawa Tengah selama ini terus mencoba menggenjot peningkatan jumlah wisatawan agar memilih daerah ini sebagai destinasi wisata, baik lokal maupun mancanegara.

Even Borobudur International Festival (BIF) merupakan salah satu usaha untuk menjadikannya sebagai daya tarik atau magnet, agar wisatawan berdatangan ke tempat-tempat wisata di Jawa Tengah.

Pasalnya, dalam even tersebut juga diperkenalkan tiga destinasi wisata unggulan lainnya seperti Dieng di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Karimun Jawa di Jepara dan Sangiran di Sragen.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan tujuan diselenggarakannya BIF antara lain sebagai bagian dari promosi wisata yang diharapkan dapat menjadi magnet untuk mendatangkan wisatawan ke Jawa Tengah.

Ini karena Borobudur termasuk ke dalam 10 prioritas destinasi wisata. Selanjutnya, dalam acara ini turut mengundang negara-negara sahabat agar bisa tampil, untuk kemudian mereka mempromosikan Borobudur ini ke dunia Internasional.

“Tentu saja performance yang ditampilkan semua pihak juga diharapkan bisa menunjukkan atau memamerkan (showcase) bahwa kesenian budaya di Indonesia itu banyak.

Sekaligus ini menjadi suatu agenda yang kita harapkan menjadi icon nanti dari salah satu destinasi wisata yang ada di Jawa Tengah,” ujarnya.

Sehingga Pemprov menyambut baik keinginan dari Kementerian Pariwisata RI, agar ini dapat menjadi acara rutin setiap tahunnya.

“Kalau hal itu dapat terwujud maka akan kita siapkan dengan baik, mungkin bisa ditambah dengan karnaval dan pelibatan banyak lagi seni budaya serta hasil-hasil karya dari Jawa Tengah, sehingga bisa terexpose ke dunia Internasional,” papar Ganjar.

BIF ini sendiri sudah kali keempat dan Borobudur merupakan icon dari Jawa Tengah, maka Pemprov akan terus mendorong.

Apalagi sebentar lagi badan pengelolanya akan jadi karena sudah dipersiapkan. Ditambah lagi dengan telah dipersiapkan rencana kerjanya saat ini, karena nanti inilah yang akan mengawali untuk mendukung pariwisata di Jawa Tengah.

“Borobudur hari ini sudah terkenal, punya sejarah yang panjang, sehingga bila dibuat even di dalamnya maka akan lebih meriah. Sebenarnya kita punya tempat-tempat yang lain tapi untuk sementara ini di Borobudur dulu. Sebentar lagi juga akan ada even Dieng Culture Festival yang direncanakan berlangsung pada 4 Agustus. Bahkan tiket untuk even tersebut sudah sold out. Empat tempat lainnya sudah kita review, dua sudah banyak even namun yang dua lainnya masih belum yakni Karimun Jawa dan Sangiran. Even-even inilah menjadi magnet atau ‘jualan’ kita untuk membuat banyak wisatawan datang ke Jawa Tengah,” terang orang nomer satu di Jawa Tengah tersebut.

Direncanakan, setiap even juga untuk melibatkan seniman-seniman lokal dari daerah masing-masing, sehingga perlu dibuat beberapa panggung pementasan seperti kontemporer, modern, lokal, dan nasional.

“Agar nantinya bisa lebih semarak, karena kita senang kalau semua pihak bisa terlibat,” pungkasnya. (yoga arif)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *