Awasi Ormas Anti Pancasila, Kejati Lakukan Pengawasan Hingga Desa

SEMARANG (asatu.id) – Kejaksaan Tinggi  (Kejati) Jawa Tengah (Jateng) tingkatkan koordinasi dengan komunitas intelijen daerah dalam pengawasan lima organisasi massa yang diduga anti-Pancasila.

As Intel Kejati Jawa Tengah, Hendrik P, mengatakan peningkatan koordinasi tersebut dibangun hingga tingkat desa di seluruh wilayah Jateng.

“Kami memiliki jaringan sampai tingkat kecamatan. Kami juga memiliki koordinasi yang terjaga dengan komunitas intelijen daerah di mana kami bisa koordinasi dengan rekan hingga tingkat desa,” katanya di Semarang, Sabtu (29/7).

Selain itu, Kejati Jateng juga sudah menjalin koordinasi dengan Babinkamtimnas dan Babinsa dengan tujuan melakukan pengawasan aktivitas ormas-ormas di daerah-daerah. Yang nantinya, situasi yang terjadi di  daerah akan menjadi bahan untuk mengambil keputusan.

“Program penyuluhan hukum kita juga masuk ke segala lini, ke sekolah pun kita masuk. Kami punya program jaksa masuk sekolah. Akan kita kembangkan termasuk ke pesantren,” tandas Hendrik.

Sebagai institusi penegak hukum, Kejati Jateng punya kewenangan pengawasan aliran kepercayaan dan keagamaan. Bahkan, kata Hendrik, Kejati Jawa Tengah merupakan sentral berjalannya pengasawan ormas-ormas keagamaan dan aliran kepercayaan. “untuk Provinsi Jateng, ketuanya malah kita,” jelas Hendrik.

Sebelumnya Kepala Bidang Ketahanan Bangsa, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng, Atiek Surniati mengatakan, ke lima organisasi tersebut ialah Aliansi Nasional Anti-Syiah (ANAS), Jamaah Ansarut Tauhid, Majelis Mujahidin Indonesia, Forum Umat Islam, dan Front Pembela Islam.

Atiek menambahkan, ke lima organisasi tersebut juga tidak mengantongi surat keterangan terdaftar (SKT) sebagai organisasi massa resmi di Jateng.

73

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *