Agar Tak Kalah Bersaing, Santri Butuh Bekal Ketrampilan

RESMIKAN – Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri saat menghadiri acara Istighotsah dan Grand Opening SMP dan SMA Al Fadllu 2 di Desa Sidorejo, Brangsong, Kendal. (yoga/asatu.id)

KENDAL (asatu.id) – Bekal ketrampilan sangat dibutuhkan seorang santri dalam menyiapkan diri untuk menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat setiap tahunnya. Sehingga, selain ilmu agama, santri harus dibekali keterampilan seperti komputer, otomotif, dan lain sebaginya. Sehingga saat sudah lulus dari pondok, mereka siap bersaing dengan yang lain.
“Lulusan pondok pesantren harus siap dengan dunia kerja, karena itu santri perlu dibekali skill,” ujar Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri, di acara Istighotsah dan Grand Opening SMP dan SMA Al Fadllu 2 di Desa Sidorejo, Brangsong, Kendal.
Hanif mengatakan, sekolah berbasis Islam di Indonesia harus terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat. Keberadaan sekolah ini sangat penting guna mempersiapkan tenaga kerja berketrampilan. Apalagi persaingan kerja di masa mendatang terus sengit. Mereka yang tidak memiliki soft skill, tentu akan tergilas yang lainnya. Namun, lanjut Hanif, kunci untuk menjadi sukses terletak pada budi pekerti atau akhlaknya.
“Santri harus berakhlak seperti kiai, menulis seperti wartawan, menjadi orator seperti politikus, dan bekerja seperti Jokowi. Kenapa saya katakan bekerja seperti Jokowi, meski Sabtu dan Minggu libur, Pak Jokowi tetap bekerja untuk mengurus bangsa dan negara. Beliau tidak suka jika tidak bekerja,” paparnya.
Penasehat SMP-SMA Al Fadllu 2, Alammudin Dimyati Rois mengungkapkan pembangunan sekolah tersebut menelan anggaran Rp1 Miliar dengan masa pembangunan selama 25 hari. Semuanya menggunakan biaya pribadi dari KH Dimyati Rois. Bangunan terdiri atas tujuh ruang, dua ruang untuk kelas SMP dan satu untuk kelas SMA, ruang guru, dan asrama santri.
“Santri yang sekolah di sini harus tinggal di asrama. Pembangunan sekolah ini untuk menangkal segala bentuk radikalisme yang muncul akhir-akhir ini,” katanya. (yoga arif)

149

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan