Quality Control UPI Diberitahu Cara Menjaga Kualitas Ikan

PELATIHAN – Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Semarang menggelar pelatihan guna meningkatan kompetensi personel bagi staf Quality. (yoga/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Guna meningkatan kompetensi personel bagi staf Quality Control (QC) di Unit Pengolahan Ikan (UPI), Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Semarang menggelar pelatihan.

Tujuan pelatihan adalah untuk menjaga kualitas produk ekspor ikan agar tetap baik. Acara tersebut digelar selama empat hari, sejak Selasa (25/7) hingga Jumat nanti (28/7).

Kepala Balai Karantina, R Gatot Perdana saat ditanya terkait alasan digelarnya acara ini, mengatakan, walau jarang menemui kendala berarti namun pihaknya ingin agar UPI tetap menjaga dan meningkatkan kualitas produknya.

Hingga sekarang, jumlah UPI di Jawa Tengah mencapai 46 unit, tetapi produk mereka telah mencapai kawasan Asia, Eropa, dan Amerika Utara.

“Kami ingin kompetensi Quality Control di perusahaan pengolahan ikan meningkat. Ini demi kepentingan perusahaan ikan itu sendiri, khususnya agar produk perikanan mereka terjamin mutunya dan bisa diterima di negara tujuan,” ujarnya.

Nantinya, peserta kegiatan tersebut akan menerima sertifikat dari Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

“Materi pelatihan tersebut mengenai Good Manufacturing Practice (GMP), Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP) dan HACCP, serta peningkatan kompetensi dan keterampilan peserta selaku QC di dalam menyusun manualnya,” paparnya.

Menurut ketua panitia, Ariani Setianingsih, selama ini ekspor produk UPI dari Jateng berupa ikan segar, beku maupun ikan olahan seperti kerupuk udang. “Untuk produk kerupuk udang Jateng, ternyata diminati warga Belanda,” ucapnya. (yoga arif)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *