Hotel Santika Ajak Turis Ngebecak Keliling Semarang

BECAK – Sebanyak 16 turis asal Belanda, difasilitasi Hotel Santika untuk diajak City Tour dengan naik becak di Kota Semarang. (yoga/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Hotel Santika Premiere Semarang memberikan penawaran unik bagi rombongan turis atau warga negara asing yang menginap di tempat mereka.

Penawaran tersebut berupa mengunjungi beberapa destinasi wisata di Semarang dengan menggunakan becak. Hal ini dikarenakan Kota Semarang seperti semakin menarik perhatian warga negara asing, terutama keindahan wisata bangunan tua bersejarah, menjadi kesan tersendiri bagi mereka.

PR Executive Hotel Santika Premiere Semarang, Ardhya Garini Pradhipta, Rabu (26/7), mengatakan jika pihaknya mengajak 16 turis Belanda untuk berkeliling Kota Semarang menggunakan kendaraan tradisional becak, karena ingin mengenalkan alat transportasi tradisional tersebut kepada para turis.

Mereka diajak untuk mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Kota Semarang sekaligus melihat suasana Kota Lunpia tersebut.

“Pagi ini ada 16 turis rombongan dari Holland (Belanda), menggunakan jasa tour and travel yang memang sudah memberikan kepercayaan kepada kami. Sehingga untuk setiap kali ada kunjungan, mereka meminta fasilitas transportasi bagi tamu-tamunya (orang asing), untuk City Tour di Semarang. Ini telah menjadi agenda rutin, konsep City Tour kami buat berkeliling kota dengan menggunakan becak, masing-masing naik satu becak,” ujarnya.

Mereka melakukan City Tour dari hotel menuju Klenteng Sam Poo Kong, ke Lawang Sewu, dan biasanya istirahat makan siang dulu di Toko Oen, dilanjutkan ke Gereja Blenduk di Kota Lama.

“Kegiatan ini memang rutin namun belum tentu setiap bulannya selalu datang kesini, jadi beberapa bulan sekali. Kalau kami menyebutnya ini paket program ‘Turis Naik Becak’, uniknya disitu,” paparnya.

Salah satu turis, Christ mengaku terkesan dengan becak yang merupakan kendaraan tradisional, namun ternyata masih eksis di era jaman transportasi modern. Menurutnya, ini merupakan pengalaman pertamanya bersama rombongan untuk naik becak.

“Kami sangat suka menaiki becak, alat transportasi yang sangat ramah lingkungan. Ini sangat bagus karena Semarang masih bisa mempertahankan sosial budayanya,” katanya. (yoga arif)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *