Semarang Dapat Penghargaan Kota Layak Anak

Caption : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise menyerahkan Tropy Penghargaan Kota Layak Anak kepada Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Semarang di Pekanbaru

SEMARANG (asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) pada saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang di pusatkan di Pekanbaru Provinsi Riau, Sabtu (22/7).

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Susana Yambise dan diterima Pemerintah Kota Semarang yang dalam hal ini diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Bambang Suranggono.

Penghargaan tersebut diberikan dikarenakan, Kota Semarang dinilai memenuhi kriteria penilaian. Beberapa indikator penilaiannya terdiri dari 6 indikator kelembagaan dan 25 indikator substansi yang dikelompokkan dalam 5 klaster hak anak

Indikatornya di antaranya seperti hak sipil dan kebebasan; lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; kesehatan dan kesejahteraan dasar; serta pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya.

“Penilaian penghargaan KLA juga melibatkan tidak hanya dari pemerintah pusat namun juga tim independen yang berkompeten di bidangnya, melalui research dan analisis secara seksama selama kurang lebih 1 tahun,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Susana Yambise

Kota Semarang sendiri dalam mewujudkan KLA telah melakukan berbagai upaya di beberapa bidang. Dalam bidang kesehatan telah menyediakan 37 puskesmas ramah anak, melalui Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM), ada juga screening Stimulan Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang, tersedianya arena bermain anak di KIA maupun Rumah Sakit Ramah Anak.

Di bidang pendidikan mewajibkan gerakan wajib belajar selama 15 tahun, sekolah ramah anak yang menyediakan Zona Selamat Sekolah (ZSS) dengan adanya tempat penyeberangan dan sekolah gratis hingga tingkat SLTP, dan menjadikan fungsi pendidikan sebagai prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Semarang melalui Rumah Pintar, yang mana sudah terdapat 154 Rumah Pintar di Tingkat Kelurahan Semarang.

Di dalam bidang kependudukan, Pemerintah telah memberikan akta kelahiran gratis, bagi anak usia 0-60 hari. Di bidang perlindungan Pemerintah Kota Semarang telah memiliki sebuah Lembaga Pelayanan Penanganan Terpadu “Seruni” yang kegiatannya memberikan pendampingan korban kekerasan perempuan dan anak dan mendampingi korban-korban kekerasan.

Selain itu mendorong munculnya peran serta monitoring kasus korban kekerasan berbasis gender dan trafiking, dan untuk mendekatkan warganya telah dibentuk Lembaga Pelayanan Penanganan Terpadu (LPPT) di 6 kecamatan yakni Banyumanik, Pedurungan, Semarang Utara, Semarang Barat, Semarang Timur, dan Gunungpati.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan penghargaan KLA yang di peroleh Pemerintah Kota Semarang axslah wujud komitmen dari seluruh stakeholder baik pemkot, swasta dan masyarakat dalam mewujudkan kota yang ramah dan layak bagi tumbuh kembang anak-anak.

“Ke depan kami akan terus berupaya agar bisa memberikan pelayanan kepada anak yang lebih baik,” tukas Walikota.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *