Gymkhana Seri I Gunakan Setir Kanan

GYMKHANA – Salah satu peserta tengah berunjuk gigi menunjukkan kebolehannya untuk menjadi yang tercepat di ajang Kejuaraan Asia Gymkhana atau Asia Auto Gymkhana  Competition (AAGC) 2017.

SEMARANG (asatu.id) – Kejuaraan Asia Gymkhana atau Asia Auto Gymkhana Competition (AAGC) 2017, mulai tahun ini akan dibuat empat seri, dan Indonesia menjadi penyelenggara yang pertama di Jalan Pahlawan, Semarang, Sabtu malam (22/7) hingga Minggu dinihari (23/7).

Kemudian disusul oleh Korea, Taiwan, dan Thailand, untuk penyelenggara seri berikutnya. Untuk peserta kejuaraan ini, ada 13 negara termasuk dengan Indonesia, ditambah dengan 6 wildcard dari pebalap Indonesia.

Di Asia, masing-masing tuan rumah memang memiliki karakter yang berbeda-beda dalam cara mengemudikan, karena ada yang setir kiri dan kanan.

Disini, trek yang digunakan merupakan trek lurus di jalan raya sehingga dapat memacu kecepatan dengan tinggi.

“Kalau di Taiwan ada dua trek yang lebar sekali, hanya saja disana menggunakan setir kiri. Saat ini memang menggunakan mobil di setir kanan sehingga kita lebih unggul. Tapi belum tentu nanti saat berangkat ke luar negeri, tim kita mampu menjadi pemenang,” ujar Ketua Penyelenggara AAGC 2017, Cahyadi Gunawan.

Masing-masing negara diperbolehkan memberikan suatu sajian yang berbeda. Dimana kalau di Indonesia ada perubahan pada rem tangan serta cone (penanda kerucut) yang ada pun berbeda dengan yang seperti biasanya di luar negeri.

“Ini dilakukan karena bila cone tertabrak pasti jatuh, kalau diluar negeri paling hanya bergeser saja karena kuat. Harapannya nanti next season, kita punya peraturan yang digunakan di Asia,” paparnya.

Dipilihnya Kota Semarang sebagai penyelenggara event, karena adanya support dari Walikota Semarang, Hendrar Prihadi yang sebelumnya merupakan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng.

“Selain itu, jadwal pesawat yang cukup sering antara Jakarta-Semarang juga turut mendukung kemudahan penyelenggaraan event ini di Semarang,” ucapnya.

Sementara itu, pebalap asal Singapura, Jason Fu mengaku punya pengalaman baru mengikuti Seri I, apalagi di seri ini menggunakan jalanan sebagai sirkuit, mirip dengan yang ada di Singapura.

“Tidak ada kesulitan untuk sirkuit, kesulitan hanya di mobil karena saya biasanya menggunakan setir kiri,” tukasnya. (yoga arif)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *