Trans Semarang Khusus Pelajar Ditiadakan

SEMARANG (asatu.id) – Kurang efektifnya armada BRT khusus pelajar membuat Pemerintah Kota Semarang memutuskan meniadakan layanan armada BRT Trans Semarang yang diperuntukkan untuk pelajar tersebut. Hal tersebut berdasar pada hasil evaluasi Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang Dinas Perhubungan Kota Semarang.

“Kebijakan yang kemarin, dimana bus trip pertama dan ketiga (dioperasikan) khusus (penumpang) pelajar, hasil evaluasi menunjukkan hasil kurang efektif,” ujar Plt Kepala BLU UPTD Trans Semarang Dinas Perhubungan Kota Semarang, Ade Bhakti, Jumat (20/7).

Ade Bhakti menjelaskan, dari evaluasi trip pertama masih glondang (kosong) karena hanya pelajar yang boleh naik. Sedangkan trip ketiga, banyak penumpang umum yang komplain, karena ketika di shelter penuh penumpang, tapi hanya pelajar yang boleh naik bus tersebut.

“Pemberitahuan ditiadakannya layanan bus khusus pelajar sudah kami sampaikan kepada masing-masing operator BRT Trans Semarang di setiap koridor. Dengan ditiadakannya hal ini, maka untuk layanan armada bus Trans Semarang pada trip pertama sampai dengan trip terakhir diberlakukan layanan umum dan pelajar, sebagaimana sebelumnya,” terangnya.

Kondisi sekarang, tidak ada lagi pembedaan pelajar/umum khusus armada trip pertama dan ketiga, semua bus wajib mengangkut siapapun calon penumpang yang ada di shelter selama kapasitas bus masih bisa.

“Kita setting dari pukul 05.30 trip pertama lepas sampai dengan pukul 07.30, interval (headway) pelepasan bus dari pool kita buat lima menit sekali jalan. Sebelumnya tujuh menit sekali,” tukasnya.

36

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan