Hindari Kecurangan Dinkes Jateng Imbau Pebisnis Alat Kesehatan

SEMARANG (asatu.id) – Terbukanya pasar industri dibidang alat kesehatan dengan omzet mencapai triliunan rupiah membuka celah terjadinya kecurangan.

Hal tersebut, diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah (Jateng) Yulianto Prabowo disela peresmian kantor cabang PT Romora Jaya Pratama.

“Keuntungan bisnis jual beli alat kesehatan bisa mencapai 12 triliun per tahun. Kami menghimbau agar pebisnis dibidang jual beli alat kesehatan diharapkan dapat memanfaatkan model katalog elektronik (E-Katalog),” ujarnya saat ditanya wartawan, Rabu (19/7). 

Menurutnya, selain lebih efisien E-Katalog juga dapat meminimalisir adanya kecurangan dari berbagai pihak yang justru seringkali menyebabkan fasilitas kesehatan mengalami jalan ditempat.

Ia meneruskan, kebutuhan alat kesehatan secara nasional tergolong masih belum memadai dibandingkan dinegara lain.

Pihaknya, berharap para pelaku bisnis alat kesehatan dapat mengambil peran dalam rangka menyediakan fasilitas kesehatan yang baik dan diutamakan menjual produk dalam negeri.

Yulianto menambahkan, di Jateng saat ini terdapat 276 rumah sakit mulai dari kelas A sampai D dengan jumlah penduduk mencapai 35 juta jiwa.

“Dari data itu dan diluar potensi pasar yang menjanjikan, para pelaku bisnis alat kesehatan kami dorong untuk menyediakan barang bermutu dan aman serta memberi manfaat bagi penggunanya,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *