Simantap Akan Dishare ke Kabupaten/Kota Lain

CAPTION : Sekda Kendal, Bambang Dwiyono (ujung kiri) didampingi para asisten Bupati, staff ahli dan bidang terkait lainnya, saat launching aplikasi Sistem Informasi Manajemen Analisis Jabatan Terpadu (Simantap). (yoga/asatu.id)

KENDAL (asatu.id) – Keberhasilan Pemkab Kendal melaunching tahap I aplikasi Sistem Informasi Manajemen Analisis Jabatan Terpadu (Simantap), membuat mereka optimis akan dengan mudah untuk mengelola data kepegawaian.

Bahkan bagi Tim Analisis Jabatan Kabupaten Kendal, bermanfaat untuk membantu penyusunan analisis jabatan (Anjab), evaluasi jabatan (Ejab), standar kompetensi manajerial (SKM), dan analisis beban kerja (Abk) menjadi lebih cepat, mudah, dapat dilakukan di manapun dan kapanpun, karena dapat diakses online.

Penerapannya sendiri baru ada di Kabupaten Kendal, dan jika berjalan dengan lancar, maka selanjutnya aplikasi ini akan dipresentasikan ke Pemprov Jateng. Hal ini merupakan bagian dari inovasi yang ada di Bagian Organisasi Setda Kendal.

“Harapannya, nanti informasi dan teknologi Simantap bisa dishare dan digunakan oleh Pemprov atau Kabupaten/Kota secara gratis,” ujar Kabag Organisasi, Agus Dwi Lestari, Selasa (18/7).

Bagi Bagian Organisasi, ini bermanfaat untuk mempermudah melakukan monitoring dan verifikasi terhadap hasil analisis Anjab, Ejab, SKM, dan Abk, yang disusun oleh Tim Analisis Jabatan Kabupaten Kendal. Selain itu juga dapat membantu pengelolaan database hasil analisis dari keempat hal tersebut.

“Simantap juga bisa untuk mengetahui jumlah kekurangan pegawai, mengukur pencapaian kinerja pegawai, dan memudahkan penempatan pegawai baik mutasi maupun promosi jabatan,” paparnya.

Sedangkan Sekda Kendal, Bambang Dwiyono menyatakan bahwa aplikasi Simantap akan mempercepat proses penilaian Anjab yang selama ini dianggap berlangsung cukup lama.

Menurutnya, memang saat ini sudah saatnya pemerintah beralih kepada e-government dengan maksimalisasi IT. Simantap sendiri diperkirakan baru bisa optimal pada pertengahan tahun 2018 mendatang karena sekarang baru memasuki tahap I.

“Tahap II diperkirakan berlangsung pada Desember 2017 dan tahap III pada Agustus 2018. Mudah-mudahan nantinya, usaha launching Simantap ini dapat memicu kreatifitas dan inovasi baru dari para ASN lain di Kabupaten Kendal,” harapnya. (yoga arif)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *