Pro Kontra Sekolah 5 Hari, Ortu Diharap Tidak Bimbang

SEMARANG (asatu.id) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Supriyadi berharap agar orang tua siswa sekolah khususnya di Kota Semarang tidak lantas bimbang dengan adanya masih pro dan kontranya Peraturan Menteri terkait sekolah 5 hari.

Ia juga berpesan agar instansi pendidikan di Kota Semarang untuk tetap konsentrasi memberikan pengajaran yang maksimal kepada anak didiknya.

“Kami berharap agar orang tua ini tidak bingung dan dari satuan pendidikan juga tidak setengah hati menerapkan kebijakan dari Kementerian Pendidikan,” ujarnya Rabu, (19/7).

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, bahwa sebuah instansi pendidikan dipersilakan menjalankan program tersebut apabila telah siap dan bersedia menjalankan.

Namun, apabila tidak bersedia maka pemerintah tidak memaksa untuk menjalankan program tersebut. Terkait dengan peraturan menteri baru mengenai lima hari sekolah, lanjutnya, tergantung pada kesiapan masing-masing satuan pendidikan.

“Ketika mereka menginginkan diterapkannya, ya silahkan, kalau ada yang tidak menginginkan dijalankan ya tidak masalah. Karena ini masih pro kontra, dan mungkin dari beberapa warga yang menginginkan masih enam hari itu juga masih ada kajian dan banyak dilayangkan surat ke Kementerian Pendidikan dan juga Presiden,” imbuhnya.

Hingga kini memang masih banyak sejumlah pihak yang keberatannya terkait Permen tersebut seperti sekolah informal madrasah diniyah yang merasa terancam keberadaannya dengan adanya Permen tersebut, dimana anak tidak memiliki waktu lagi untuk belajar di instansi pendidikan informal.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *