Pemkot akan Bangun 200 Homestay di Desa Wisata Kandri

homestay

Caption : Pemerintah Kota Semarang menandatangani MoU dengan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) terkait pengembangan Desa Wisata Kandri.

SEMARANG (asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akan membangun 200 Homestay dengan 355 kamar di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Hal tersebut sebagai langkah untuk membangun sebuah desa wisata Kandri bertaraf internasional.

Selain homestay, berbagai infrastruktur pendukung desa wisata bertaraf internasional seperti akses jalan menuju lokasi, sanitasi air bersih, dan gedung pertunjukan kesenian juga akan dibangun.

“Kita nanti juga akan bangun 16 shelter kelurahan Kandri dengan 10 armada shuttle bus, selain itu kita juga akan melakukan rehab terminal bus Gunungpati,” tutur wali kota yang akrab disapa Hendi itu, Rabu (19/7).

Tak hanya moda transportasi yang akan dibenahi, lanjut Hendi, jalur pejalan kaki juga akan diberi pedestrian yang menarik sehingga pejalan kaki bisa lebih nyaman.

Sebagai keseriusan Pemkot Semarang dalam rencana menjadikan Desa Wisata Kandri bertaraf internasional itu, pada hari Senin (17/7) Wali Kota Hendi mewakili Pemerintah Kota Semarang menandatangani MoU dengan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), yang diwakili oleh Hendardji Soepandji.

Melalui MoU tersebut, baik Pemerintah Kota Semarang dan KSBN sepakat untuk bersama-sama mengupayakan Pengembangan Desa Wisata Kandri Kota Semarang.

“Rencana KSBN, akan mendatangkan lima ratus sampai seribu wisatawan asing ke Kandri, tapi karena Desa Wisata ini belum memenuhi syarat, maka kami bekerjasama untuk melakukan konsepsi standart desa wisata bertaraf internasional,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *