Hapus Kesenjangan Peluang Ekonomi, Google Luncurkan Womenwill

Konferensi Womenwill yang digelar di Crowne Plaza Hotel, Semarang, Kamis (13/7).

Semarang (asatu-id) – Selama ini, banyak wanita yang ingin memulai bisnis namun seringkali tidak tahu harus memulai dari mana atau dengan cara apa. Menananggapi keresahan dari para wanita tersebut, Google Indonesia meluncurkan program Womenwill yang memiliki tujuan utama untuk menghapus kesenjangan peluang ekonomi.

Acara tersebut diikuti 800 wanita pengusaha dari berbagai daerah, yang dikemas dalam bentuk konferensi Womenwill, di Crowne Plaza Hotel, Semarang, Kamis (13/7).

Pimpinan program Womenwill untuk Google Indonesia, Fibriyani Elastria menyatakan program ini digelar di lima kota yang meliputi Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Bali. Acara di Semarang sendiri merupakan yang keempat, dan rencananya terakhir akan digelar di Bali pada Agustus mendatang.

“Topik utama konferensi ini membahas seputar pengembangan bisnis kecil milik wanita,” ujarnya.

Berdasarkan laporan IFC tahun 2016 berjudul ‘UKM yang dimiliki wanita Indonesia’ menyatakan, 51 persen bisnis mikro dan kecil di Indonesia dimiliki oleh wanita, tetapi hanya 34 persen bisnis ukuran menengah yang dimiliki oleh kaum wanita.

Selain itu, 47 persen wanita pengusaha Indonesia jarang memanfaatkan teknologi, seperti komputer, dalam mengembangkan bisnis mereka.

“Dari beberapa studi, kami mengetahui jika bisnis yang dikembangkan secara online mampu tumbuh 80 persen lebih cepat dari bisnis yang masih offline,” papar Fibriyani.

Menurutnya, program Womenwill bertujuan untuk membimbing komunitas wanita wirausaha, dan mendorong untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Tujuannya tentu saja untuk membantu mereka mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi.

“Intinya untuk membantu wanita Indonesia agar bisa meraih lebih banyak peluang ekonomi. Sehingga usaha mereka dapat berkembang lebih baik lagi,” ucapnya.

Terpisah, pembicara dalam konferensi Womenwill di Semarang, Anne Avantie, seorang pengusaha wanita sekaligus perancang busana terkenal, menyatakan bahwa dirinya percaya jika bisnis memang sudah seharusnya mengikuti perkembangan jaman.

“Bisnis harus seirama dengan perkembangan jaman, saya merasakan dampak yang signifikan sejak memutuskan untuk akrab dengan penggunaan teknologi digital. Misalnya saja memanfaatkan sarana cuma-cuma seperti Google Bisnisku.

Ini menjadi solusi dalam mempromosikan karya anak bangsa, di dunia yang tanpa batas ini,” tuturnya, yang baru tahun pertama memasuki dunia e-commerce. (yoga arif)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *