Begini Cara Bikin Personal Brand Bagi Anak Muda

SEMARANG (asatu.id) – Analisa Widyaningrum, Motivator serta Brand Ambassador salah satu kosmetik ternama yang sekaligus penulis buku The Power Of Personality Development mengatakan, dalam membuat personal brand memerlukan misi dan strategi yang dimulai dari diri sendiri.

“Misi adalah mimpi, dan apa itu keinginan? Keberanian diri seseorang di masa depan bisa jadi  dipengaruhi lingkungan di masa lalunya, orang yang minder mungkin terjadi karena faktor bullying di masa kecilnya,” katanya.

Dalam Seminar Nasional bertajuk “Build Your Personal Branding”, Analisa memberikan banyak materi tentang personal branding di ruang gedung V Fakultas Kedokteran Universitas Semarang (USM), Sabtu (8/7).

Menurutnya, sekarang ini yang harus dilakukan ialah mencari ilmu pendidikan sebaik-baiknya. Setelah itu diterapkkan dalam berkomunikasi dengan orang lain di dunia kerja yang sebenarnya.

“Misalnya cara berkomunikasi yang baik saat menempatkan diri sejajar dengan orang lain. Bagaimana kita harus membuat image positif pada pertemuan pertama dengan seseorang, mulai mencari kesamaan dari komunikasi verbal yang kita lakukan. Itu akan menjadi nilai tambah untuk kita,” urainya.

Ia mencontohkan sosok dengan kemampuan komunikasi yang baik dalam menjumpai audience barunya adalah mantan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama. Kesuksesan komunikasi menentukan personal branding seseorang, sambungnya.

Sementara, Dosen Ilmu Komunikasi USM Errika Dwi Setya Watie mengatakan, membentuk personal branding bukan hal yang sulit diera digital seperti ini, seseorang dapat memulainya dengan memanfaatkan media sosial yang disukai.

“Membentuk diri bukan hal yang susah,  gunakanlah media sosial seperi Instagram, Twitter, Pinterest, Facebook dan lainnya. Dalam membuat personal branding, semua sebenarnya dimulai dari dunia nyata dulu untuk kemudian baru dunia maya,” ujarnya.

Ia pun menyarankan agar pada saat membuat personal brand menggunakan sosial media dianjurkan membuat nama akun, profil picture, gaya bahasa, share, dan deskripsi diri yang memiliki konten.

“Yang dilakukan ialah memilih media sosial apa yang akan dipakai dengan menyesuaikan target audience. Dalam bermedia sosial seseorang harus memiliki komitmen untuk membangun diri atau personal branding,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *