Jelang Libur Akhir Lebaran, Pemudik Serbu Pusat Oleh-Oleh

oleh-olehSEMARANG (asatu.id) – Jelang libur akhir Lebaran 2017 arus lalu lintas di sepanjang Jalan Pandanaran Semarang terlihat padat merayap, mobil-mobil berplat nomer luar kota berjejer rapi di bahu jalan guna membeli oleh-oleh di Pusat Oleh-Oleh.

Pusat oleh-oleh yang terletak kurang lebih 500 meter arah Simpang Lima dari Tugu Muda Semarang ini menjajakan berbagai macam oleh-oleh seperti Bandeng Presto, otak-otak, Wingko, Jenang, Kue, serta Lunpia

Meskipun terik matahari sedang panas-panasnya tak lantas mengendorkan semangat ratusan pembeli yang bergantian menyerbu pusat oleh-oleh di Kota Lunpia ini.

Kedatangan para pembeli yang membludak ini membuat pedagang sumpringah, Lenie Wati misalnya. Pemilik toko oleh oleh “Pandanaran” 41 mengaku senang serta omsetnya melonjak hingga 500 persen dibandingkan lebaran tahun lalu.

“Syukur, libur Lebaran 2017 ini omset naik hingga 5 kali (500 persen) lipat dari hari biasanya juga tahun lalu. Ini tak lepas dari pemberlakuan bebas parkir di area sini (Jalan Pandanaran) oleh Pemkot Semarang,” ungkap Lenie kepada asatu.id, Sabtu (1/7) siang.

Ia mengatakan, tahun ini pembeli didominasi oleh pemudik yang menuju Jakarta, Bandung, serta Surabaya. Ia menjelaskan, tahun ini para pembeli lebih cenderung membeli Bandeng serta Wingko. Dengan perhari Lenie mampu menjual 100 kontak Bandeng Presto serta 500 kantong Wingko.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pemkot soal kebijakan bebas parkir ini, karena sangat membantu menaikkan omset kami. Tahun lalu saat ada aturan di larang parkir di kawasan Pandanaran dengan tujuan mengurangi kemacetan omset kami merosot derastis, hanya 30 persen saja ujarnya,” tambah wanita kelahiran 62 tahun lalu ini.

Ia berharap pemerintah kota Semarang dapat memberlakukan aturan serupa dikala libur seperti hari Sabtu dan Minggu. Pasalnya, terang Lenie, para pembeli mengaku kerepotan ketika membawa oleh-oleh yang banyak jika tidak diperkenankan parkir.

“Banyak yang mengeluh parkirnya jauh, banyak pembeli yang bilang kalo pakai shutlle bus yang sudah disediakan kalau bawa barang banyak supurinya komplain,” tutup Lenie.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *