P5L Kerja Siang Malam Demi Panggung Lor Kering

panggungSEMARANG (asatu.id) – Sebagai bukti nyata dalam pengabdian terhadap lingkungan masyarakat warga 14 RW di Kelurahan Panggung Lor dan satu RW di Panggung Kidul memilih pengurus baru Paguyuban Pengendali dan Penanggulangan Air Pasang Panggung Lor (P5L) yang dinahkodai oleh Hartoyo.

Pengurus baru ini lantas bergerak cepat dalam mewujudakan kawasan Panggung Lor “kering” dari sapuan banjir dan rob yang selama ini menghantui warga setempat.

Bekerja siang hingga malam pun dilakukan demi mewujudkan mimpi yang sejak lama dinantikan. Ketua P5L yang baru dilantik beberapa bulan lalu Hartoyo mengatakan, bahwa dirinya beserta 25 timnya langsung tancap gas untuk mewujudkan hal tersebut.

“Kami baru beberapa bulan dilantik, lantas kami langsung blusukan mencari permasalahan yang terjadi dilapangan. Setelah blusukan kami menemukan beberpa kendala,” ujarnya kepada asatu.id, Rabu (21/6).

Ia mengatakan, selama beberapa pekan setelah resmi mengantikan pengurus lama pihaknya sudah mendapati beberapa hambatan. Terdapat sumbatan diberbagai titik, lanjut Hartoyo, seperti ditemukan ratusan karung berisi pasir didalam saluran air, sampah, serta plat beton bekas jembatan.

“Kami tidak mengerti dari mana asal tumpukan pasir itu, kami masih telusuri. Kalau plat beton bekas jembatan muncul karena terjadi penumpukan plat beton mengingat setiap tahunnya 5-6 centimeter wilayah kami mengalami penurunan tanah. Saat ini saja Panggung Lor yang memilikI luasan 135 hektare sudah berada 2 meter dibawah permukaan air laut yang mengakibatkan wilayah kami seperti baskom air ditambah temuan tadi,  alhasil kawasan kami mudah terkena banjir dan rob,” jelasnya.

Maka itu, terus Hartoyo, pihaknya melakukan beberapa langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut seperti pengerukan saluran air, penyempurnaan saluran grafitasi serta langkah nyata lainnya untuk mengatasi banjir dan rob.

“Selain melanjutkan program yang ada serta mengoptimasilasi sarana yang sudah diwariskan yaitu berupa pompa dranase berjumlah 14 kami akan menambahkan saluran gravitasi yang tujuannya sebagai pintu pembuangan air dan saat ini kami mendapatkan bantuan alat berat serta pasukan katak dari Pemkot Semarang,” paparnya.

Ia menambahkan, P5L merupakan paguyuban masyarakat Panggung Lor yang berjalan dengan cara swadaya serta sukarela sejak 1996 lalu dengan ketua pertahanan hingga 2016 adalah Ibnu Subroto. Sebelum terbentuk P5L, kawasan Panggung Lor selalu banjir dan rob yang membuat masyarakat panik.

Untuk menggerakan program P5L, masyarakat yang berjumlah 3.524 kepala keluarga bersepakat membayar iuran sebesar Rp 6 ribu hingga Rp 33 ribu sesuai tipe rumah yang mereka huni. P5L sendiri sudah mendapatkan dua penghargaan pada 2016 lalu berupa Juara Lomba Masyarakat Peduli Sungai Tingkat Jawa Tengah dan peringkat ketiga tingkat nasional dilomba yang sama.

“Kami disini berjalan dengan suka rela dan swadaya, harapan kami semoga apa yang diharapkan warga Kelurahan Panggung Lor segera terwujud dan semoga P5L dapat menginspirasi daerah lain,” pungkasnya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *