Dewan Waspadai Sertifikat Palsu di PPDB

ppdbSEMARANG (asatu.id) – Dinas Pendidikan Kota Semarang diminta mewaspadai kecurangan atau manipulasi dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online sekolah negeri secara serentak, mulai TK, SD dan SMP.

Salah satu bentuk kecurangan yang perlu diwaspadai adalah adanya pendaftar menggunakan sertifikat prestasi palsu.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi meminta agar panitia PPDB Online melakukan kroscek terkait kebenaran sertifikat yang akan digunakan para pendaftar. Misalnya mengkroscek melalui Cabang Olahraga (Cabor) atau KONI menyelenggarakan ajang kompetisi tersebut atau tidak.

“Sebab, sertifikat prestasi ini kan mendapatkan poin. Tentunya ini perlu diwaspadai dan harus dikroscek,” ujarnya, Minggu (18/6) malam.

Ia mencontohkan, sertifikat olahraga misalnya, dari pihak pelaksana pasti ada tembusan baik dari masing-masing cabor, Dispora, KONI maupun Dinas Pendidikan.

“Kalau sudah terintegrasi, diharapkan tidak terjadi manipulasi sertifikat,” imbuhnya.

Kendati demikian, Supriyadi menilai untuk sementara ini pelaksanaan PPDB Online di Kota Semarang tidak ada persoalan yang berarti.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin mengakui, PPDB Online untuk semua sekolah TK, SD, dan SMP Negeri di Kota Semarang tidak ada kendala berarti.

“Berdasarkan pengalaman kami selama bertahun-tahun menggunakan online, semuanya terpantau. Sistem kami sudah dibuat untuk memantau kalau ada hal-hal yang tidak sesuai,” jelasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *