OJK Sibuk Terima Banyak Aduan

ojkSEMARANG (asatu.id) – Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng DIY, Moch Ihsanuddin mengaku bahwa saat ini pihaknya masih disibukkan dengan aduan dari masyarakat.

Menurutnya, aduan didominasi oleh kenaikan suku bunga angsuran dari perbankan. Setiap tujuh hari saja, Bank Indonesia menetapkan besaran suku bunga yang juga harus diikuti bank-bank lain.

“Naiknya suku bunga tentu saja juga akan menaikkan besaran angsuran kredit, terutama yang non fixed,” kata dia, Sabtu (17/6).

Hal ini lantas mengakibatkan pegawai atau karyawan yang memiliki gaji tetap akan keberatan membayar angsuran yang naik, sedangkan kebutuhan lain harus tetap terpenuhi, jelas Ichsan.

Dengan demikian, banyak masyarakat yang tidak mampu membayar angsuran kredit tersebut sehingga banyak mengalami tunggakan dan akhirnya terjadi kredit macet. Jika sudah demikian, aset yang menjadi jaminan akan dilelang.

“Dalam hal ini masyarakat juga harus terus dilakukan pendampingan, terutama masalah aduan seperti ini dan memberikan edukasi. Disini OJK juga memiliki tugas melakukan perlindungan kepada konsumen,” pungkasnya.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *