Ini Empat Hal Pendukung Investasi di Semarang

investasiSEMARANG (asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, ada empat hal yang mendukung musim investasi di Semarang. Terbukti, pada 2010 total invetasi yang masuk kurang dari Rp 1 triliun, tapi per 2016 jumlah investasi di Kota Semarang mencapai Rp 12,5 triliun.

Menurut wali kota yang akrab disapa Hendi ini menerangkan, empat hal tersebut ialah, pertama adalah kondusifitas wilayah, kedua potensi ekonomi di suatu daerah, ketiga akses yang mudah dijangkau, dan terakhir adalah jaminan administrasi.

“Empat hal tersebut dan dukungan dari berbagai pihak merupakan syarat mutlak untuk meningkatkan perekomomian suatu daerah,” ujarnya saat Focus Group Discussion (FGD) Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal oleh Pemerintah Daerah di Crowne Plaza Hotel, Selasa (13/6).

Untuk masalah administrasi, Hendi tidak akan segan-segan menindak pegawai yang bermain tetkait masalah perijinan bagi investor. “Kami tidak ingin investor dijadikan sapi perah ketika mengurus perizinan.”

Hendi yakin pada 2018 nanti Kota Semarang akan semakin berkembang. Karena beberapa aksesbilitas seperti bandara baru dan beberapa jalan tol akan mulai difungsikan pada tahun tersebut.

Sementara itu, Prasetyo Aribowo, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Provinsi Jawa Tengah mengatakan Jawa Tengah masih menjadi daerah yang menarik bagi investor.

“Karena potensi daerah yang ada dan upah minimum yang tidak terlalu mahal dari wilayah lain di Indonesia,” katanya.

Dia menambahkan, adapun investor di Jawa Tengah yang paling banyak berasal dari Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Amerika.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *