Noormans Berbagi Bahagia bersama Pejuang Hidup

SEMARANG (asatu) – Noormans Hotel Semarang  bersama Komunitas Ketimbang Ngemis Semarang, mengundang 6 (enam) sosok spesial dalam acara bertajuk Berbagi Kebahagiaan dan Kepedulian untuk Sosok Pejuang Hidup, Rabu (7/6) sore.

Hotel yang beralamatkan di Jalan Teuku Umar No. 27 Semarang ini mengundang beberapa sosok yang telah dipilih untuk datang berbuka puasa. Mereka dijemput dirumah masing-masing.

Acara ini dimulai dari pukul 4 sore hingga pukul 7 malam, senyum bahagia pun terpancar dimuka meraka. Selain buka bersama, Noormans Hotel Semarang memberikan santunan kepada para sosok pejuang hidup ini.

Public Relation Noormans Hotel Semarang Ari Suryono, mengatakan, pihaknya ingin berbagi sedikit kebahagian untuk para sosok pejuang hidup tersebut.

“Kenapa kami menyebutnya sosok pejuang hidup? karena di umur yang sudah tidak lagi muda, mereka tetap memilih berjuang dari pada harus mengemis meminta belas kasihan dari orang lain,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Keenam sosok tersebut ialah Supinah yang berusia 90 tahun, Supinah merupakan penjual pisang keliling yang tiap harinya berjualan dengan mendorong gerobak berisi pisang dari pukul 09.00 WIB hingga selesai, sehari-hari Supinah tinggal di Jalan Widuri, Genuk.

Sosok kedua ialah Mariyah yang setiap harinya berjualan di warung klontong kecil di depan RS Elizabeth, beliau sudah berjualan puluhan tahun di warung tersebut.

Sosok berikutnya yang menjadi tamu spesial ialah Putri yang setiap harinya berjualan cemilan, getuk dan gorengan serta pisang, di depan Taman Tirto Agung, Tembalang. Lapaknya pun sangat sederhana, Makanan yang dijual kebanyakan hasil produksi sendiri. Putri pun berjualan dengan kondisi selalu bungkuk karena faktor usia.

Minto merupakan salah satu sosok yang menginspirasi yang berhasil diundang. Berumur sekitar 80 tahun, berjualan minuman orson dengan mendorong gerobak. Setiap pagi sekitar pukul 07.00 Minto mendorong gerobak dengan berjalan tertatih-tatih sekitar 1 KM dari rumahnya di daerah Karanggawang, Sendangguwo.

Senadi adalah sosok berikutnya. Ia adalah penjual sapu keliling yang tinggal di kost di daerah Tugu, Ngaliyan. Setiap harinya memikul dagangannya untuk  menawarkan ke orang-orang.

Tempat yang dituju untuk berjualan tidak pasti, terkadang berjualan di sekitar Tembalang, kadang sekitar Simpang Lima, tergantung kaki melangkah.  Berjualan dari pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Kondisinya sedikit bungkuk namun semangatnya terpancar dimatanya. Perjuangannya semata-mata untuk keluarganya.

Sosok terakhir merupakan pasangan suami istri, Rohinah dan Salim. Setiap harinya mereka berjualan jagung untuk memenuhi kehidupannya. Salim berkeliling menjajakan jagung di daerah Krapyak sedangkan Rohinah berjualan menetap di dekat Ayam Goreng Suharti, Ngaliyan.

Kesehariannya sangat kurang, bahkan dikost yang menjadi tempat melapas lelah mereka tidak mempunyai fasilitas hiburan seperti tv maupun radio. Mereka berdua menjalani hari-hari tua bersama dengan bekerja keras.

Kedepannya, Noormans Hotel Semarang akan mengadakan program berbagi bahagia dengan menginapkan para sosok ini seminggu sekali untuk satu keluarga. Tujuannya agar mereka bahagia selain itu apresiasi terhadap perjuangan mereka dan bisa menikmati nyamannya menginap di hotel yang mungkin itu tidak bisa mereka jangkau.

“Dengan program ini, diharapkan mereka lebih semangat menjalani hidup karena kebahagiaan yang mereka dapatkan. Program ini mulai minggu depan ditanggal 15 Juni 2017,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *