Korban Meninggal di Pantai Meningkat, Basarnas Bentuk URC

BasarnasSEMARANG (asatu.id) – Badan SAR Nasional (Basarnas) Jateng mendorong Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng membentuk unit reaksi cepat (URC) rescue dalam rangka mempercepat pertolongan korban kecelakaan air.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Basarnas Jateng Agus Haryono saat menandatangani kesepakatan di kantor Disporapar Jateng, Senin (5/6). Dirinya mengungkapkan dari data 2016 lalu, ditemukan setidaknya 20 korban meninggal akibat tenggelam dipantai.

“Setiap hari pasti ada yang meninggal di pantai. Kejadiannya sangat banyak dan itu yang harus diwaspadai. Apalagi, bila dilihat data kecelakaan air setiap tahunnya jumlah korban selalu meningkat,” terangnya.

Agus mengungkapkan, pembentukan tim unit reaksi cepat setingkat daerah ini wajib dilakukan supaya korban yang tenggelam di pantai dapat segera terselamatkan.

Apalagi hal ini, lanjut Agus, mengacu pada peraturan UU Nomor 29 Tahun 2014 tentang upaya pencarian dan pertolongan (search and rescue).

“Maka itu, mulai hari ini kami bersinergi dengan Dispora dan Pariwisata Jawa Tengah. Ini penting untuk menjamin keselamatan turis di obyek wisata bahari,” katanya, Senin (5/6).

Pembentukan unit reaksi cepat akan dilakukan dengan meningkatkan kapasitas pegawai dinas yang ada saat ini. Tiap pegawai akan dibekali kemampuan penyelamatan korban di dalam air.

Selain itu, ia ingin mempercepat reaksi pertolongan pertama di lokasi bencana dengan mewajibkan setiap pengelola wisata untuk menyediakan SDM yang berkompetensi SAR.

“Sejalan dengan jaminan keselamatan yang diberikan oleh Basarnas, diharapkan ke depan tingkat kunjungan wisatawan dapat meningkat,” pungkasnya.

Sejumlah pantai yang rawan kecelakaan di antaranya seperti di Pantai Selatan, Pantai Cilacap, Kebumen dan Jepara.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *