Pedagang Ingin Pemerintah “Gebug” Pemain Harga Bawang

SEMARANG (asatu.id) – Memasuki awal bulan Ramadhan 1438 Hijriah atau 2017 ini harga bawang di sejumlah pasar tradisional Kota Semarang masih cukup tinggi.

Akhir-akhir ini saja harga bawang putih terus mengalami kenaikan, yang semula berkisar antara Rp. 44 ribu kini mencapai Rp. 48 ribu.

Giarma salah satu pedagang grosir bawang di pasar Johar menerangkan banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga.

“Salah satunya dikarenakan banyaknya permintaan bawang oleh masyarakat,” ungkapnya, Senin (1/6).

Menurutnya, melambungnya harga bawang saat ini juga disebabkan adanya permainan harga di sejumlah tengkulak besar di Indonesia.

Alhasil pedagagang hanya mendapatkan pasokan yang sedikit dari penyuplai bawang putih dari Cina.

Ia menambahkan, meski sudah ada kebijakan Menteri Perdagangan tentang harga bawang putih yang dilarang mencapai harga Rp. 38 ribu namun hal itu lantas tak berimbas pada harga normal di pasaran.

“Sebagai pedagang kami berharap pemerintah bisa “gebug” oknum tengkulak di Indonesia yang mepermainkan harga bawang. Kalo udah digebug harga bawang kan bisa kembali stabil,” ucapnya.

Asatu.id, Semarang, Bawang, Ramadhan, Puasa,

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *