Ada 200 Lebih Mini Market Tak Berizin Di Semarang

SEMARANG (asatu.id) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk segera bertindak tegas sejumlah terkait mini market atau toko modern yang beroperasi secara ilegal atau tak berijin di Kota Semarang.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto mengatakan, seharusnya Pemkot Semarang bertindak tegas dengan memberhentikan operasi toko modern yang tidak berizin dengan menyegelnya. Karena keberadaan toko modern ini menjadi permasalahan juga di masyarakat. “Banyak masyarakat yang mempunyai usaha toko kelontong gulung tikar, kalah bersaing dengan toko modern,” ujarnya, Senin (8/5).

Saat ini, lanjut Agus, jumlah toko modern yang beroperasi yang tak mengantongi izin lebih banyak dibandingkan yang berizin. Menurutnya, pemerintah belum bertindak tegas terkait toko modern ilegal yang masih beroperasi.

“Kalau tidak diurus ya disegel saja. kasihan masyarakat. Membuka toko modern kan ada aturannya. Aturan itu dilanggar dan kelihatannya pemerintah itu tidak bisa mengatasi hal tersebut,” katanya.

Sejumlah peraturan memang telah dibuat tentang pendirian toko modern di Kota Semarang, namun dalam prakteknya aturan tersebut dilanggar dan hingga kini tidak ada tindakan dari Pemerintah Kota Semarang.

“Saya pikir Pemerintah Kota Semarang harus sigap atau mebuat kebijakan agar yang tidak berizin itu kalau bisa disegel dulu, biar izinnya diurus,” tukasnya.

Saat ini jumlah toko modern yang beroperasi di Kota Semarang diketahui berjumlah 529 dari jumlah maksimal yang diperbolehkan yaitu 500 buah. Sementara dari jumlah tersebut, hanya 230 yang berizin.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *