Komisi D Berharap UN di Semarang Tidak Lagi Berbasis Kertas dan Pensil

SEMARANG (asatu.id) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mengapresiasi pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang di sejumlah sekolah. Namun demikian, dewan juga menilai, kesiapan dalam pelaksanaannya masih harus terus dilakukan untuk UNBK yang lebih baik lagi

“Kami mendukung program Ujian berbasis komputer. Karena dengan sistem online seperti ini, jadi tidak merepotkan dalam teknisnya,” ujar Sekretaris Komisi D, Rukiyanto, Rabu (3/5).

Mengenai masih adanya sekolah yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil, ia mendorong Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk menginventarisir sekolah mana saja yang belum melaksanakan UNBK.

“Kendala kendalanya apa saja, nanti kita coba bantu anggarkan di anggaran perubahan untuk sekolah yang belum UNBK,” ungkapnya.

Sebelumnya, sebanyak 24.562 siswa SMP dan MTS baik negeri dan swasta di Kota Semarang serentak mengikuti Ujian Nasional hari pertama, Selasa (2/5) kemarin. UN direncanakan selesai pada tanggal (8/2) besok.

Selain itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi secara langsung melakukan penecekan terkait ujian di hari pertama tersebut di beberapa sekolahan. Yakni SMPN 5 Semarang,SMPN 39 Semarang, SMP Muhammadiyah 3 Semarang, dan MTS Negeri 1 Semarang.

Asatu.id, semarang, dprd komisi d, unbk

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *