Ajarkan Pendidikan Tari Sejak Usia Dini

SEMARANG (asatu.id) – Pada hari tari sedunia yang diperingati setiap 29 April, tepat Sabtu kemarin sebanyak kurang lebih ratusan anak dengan pakaian adat daerah dari 37 TK se Kecamatan Genuk, Kota Semarang mengekspresikan tari-tarian nusantara yang dilakukan di plaza anjungan Kota Semarang, Taman Maerokoco, Kawasan PRPP.

Pentas seni ini terangkum untuk mewadahi anak TK tampil dengan tari-tariannya yang diajarkan di setiap lambaga pendidikannya. Ada Tari Saman yang ditampilkan oleh TK Darul Hasanah, Tari Kupu-Kupu oleh TK PGRI 85 Muktiharjo dan lain-lain.

Rivano Alan Wibowo, (6) dari TK PGRI 85 Muktiharjo besama 20-an temannya dalam pentas itu membawakan tari kupu kupu. Vano, panggilan akrabnya dengan pakaian adat lengkapnya membawakan tari kupu-kupu. Dia mengungkapkan senang bisa tampil di pentas itu.

“Iya memang ada pelajaran muatan lokal di TK, untuk seni tari sering latihan minimal sebulan sekali, dan memang sering tampil untuk mengekspresikan apa yang sudah dipelajari,” ujar Vuri Susanti-Ibu Vano yang mendampingi, kemarin.

Ketua Panitia Melaswati menjelaskan, bahwa acara pentas seni TK itu bertema Cerdas Berkreasi Berkarakter dan Keren . Acara sebagai pelaksanaan program Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Genuk.

“Dengan program yang bekerja sama antara IGTKI dengan Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI) dan UPTD Pendidikan Kecamatan Genuk,” katanya.

Sadilah, dosen PGTK IKIP Veteran Semarang menambahkan, seni tari memang diberikan dalam pengajaran untuk anak TK yang ada pada muatan lokal. Pihaknya pun intens dalam mengajarkan pendidikan tari-tarian ke guru TK yang digunakan sebagai bahan ajar guru TK.

“Hampir 90 persen mulok di setiap TK itu tari. Harapannya mudah-mudahan dengan kegiatan ini anak-anak lebih kreatif, mandiri dan tanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya di titik ini, guru TK harus memberikan rangsangan dorongan pelajaran kesenian. Adapun dukungan berupa program yang dipersiapkan dan diekspresikan pentas seni. Agar anak mempunyai persiapan diri untuk menerima pengajaran lebih lanjut yaitu pendidikan SD.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *