Teater Lentera Visualisasikan Penyaliban Yesus

Prosesi penyaliban Yesus dimainkan Teater Lentera (Imboh Prasetyo/asatu.id)

SEMARANG (asatu.id) – Teater Lentera, Gereja Santa Theresiana Bongsari Semarang pertunjukkan visualisasi penyaliban Yesus. Hal tersebut merupakan bagian dari serangkaian perayaan Hari Paskah bagi umat nasrani.

Ribuan jamaat terlihat suka cita serta penuh hikmad mengikuti jalanya visualisasi kesengsaraan Yesus saat menebus dosa para umatnya.

Tak hanya di dalam gereja saja, namun visualisasi merambah hingga ke lapangan gereja yang berada di Jalan Puspowarno Raya, Semarang itu.

Sutradara sekaligus penulis naskah cerita,  Nicolas Rafael mengatakan, untuk mempersiapkan pertujukan yang membuat jemaat menangis itu membutuhkan waktu hingga 3 bulan.

“Kami melakukan laihan rutin setiap hari Senin, Kamis, dan Jumat.  Kurang lebih selama tiga bulan kami mempersiapkan visualisasi ini,” jelas pelatih Teater Lentera itu, Jumat (15/4).

Dia menambahkan, kali ini pihaknya membawakan judul Mengapa Kau Tinggalkan Aku. Selain itu, pihaknya juga membawakan sebuah konsep yang   memiliki makna mendalam.

“Konsep kali ini kami ingin menghadirkan Yesus seolah-olah hadir di tengah-tengah visualisasi. Hingga jamaat yang melihat visualisasi dapat merasakan betap sengsaranya Yesus saat menebus dosa para umatnya,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Yohanes Dendi Alfianto yang berperan sebagai Yesus menuturkan kepada asatu.id, bahwa dia merasa tidak pantas jika memerankan sosok Yesus.

“Saya merasa tidak pantas berperan sebagai Yesus, namun berkat dukungan teman-teman serta dilandasi kerelaan hari, sabar, serta melakukan proses pendekatan kepada Tuhan YME yang panjang akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas berat ini dengan baik,” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *