PGSD Tegal Ditutup, Ratusan Mahasiswa Kepung Unnes

SEMARANG (asatu.id) – Menindak lanjuti kebijakan bahwa mulai tahun 2017, Universitas Negeri Semarang (Unnes) tidak lagi menerima mahasiswa baru untuk Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPP Tegal ratusan mahasiswa PGSD Tegal beserta Aliansi Mahasiswa Unnes mengepung gedung Rektorat, menyerukan orasinya.

Koordinasi Lapangan, Arif Nur Muhammad mengatakan, hal tersebut dilakukan guna menuntut beberapa hal yang dirasa tidak sesuai dengan harapkan mereka.

“Kami menuntut Unnes membuka kuota mahasiswa baru PGSD Tegal Tahun 2017 melalui jalur SNMPTN dan SPMU, kedua meningkatkan sarana dan prasarana PGSD Tegal, ketiga menagih janji rektor dalam memutuskan kebijakan harus melibatkan mahasiswa,” jelasnya, Jumat (7/4).

Rektor Unnes Fathur Rokhman, tambah dia, dalam diskusi yang dilakukan beberapa waktu lalu menanggapi bahwa siap membuka kuota mahasiswa baru PGSD Tegal Tahun 2017 melalui jalur SNMPTN dan SPMU.

Rektor siap membuka kuota 100 mahasiswa, namun dengan syarat 50 mahasiswa menjadi jaminan bagi mahasiswa PGSD Tegal angkatan 2013 – 2016 dengan cara mencarikan beasiswa ke Pemerintah Daerah, sedangkan sisanya akan diberikan beasiswa oleh Unnes.

Menurutnya, hal tersebut sangat bertentangan dengan UU No. 12 Tahun 2012.

“Dari UU No. 12 Tahun 2012 dapaat disimpulkan bahwa pemerintah dan pengelola perguruan tinggi lah yang bertugas untuk mencari bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa, bukan malah mahasiswa yang mencari bantuan biaya pendidikan,” tegasnya.

Selain itu, kata dia, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab oleh birokrasi terkait dengan gedung PGSD Tegal jika kebijakan tersebut direalisasikan.

“Sebenarnya beberapa waktu lalu kami sudah menyampaikan aspirasi, namun tidak ada kesepakatan bersama. Maka itu kami melanjutkan dengan cara-cara yang kami bisa,” imbuhnya.

Dari pantuan asatu.id, orasi berjalan dengan aman. Setelah bertemu dengan pihak terkait para peserta aksi pun membubarkan diri dengan tertib.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *